KENDARI, suarakendari.com – Setelah menyapa pedagang dan masyarakat di Pasar Sentral Kota Lama, rangkaian edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah berlanjut di Pasar Sentral Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah, khususnya dalam mengenali ciri-ciri keaslian serta pentingnya menjaga kondisi uang agar tetap layak edar.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi mengatakan, Pejuang Rupiah bersama Duta Muda CBP Rupiah dan Konten Kreator CBP Rupiah kembali hadir menyapa masyarakat secara langsung.
Menurutnya, edukasi tersebut dilakukan agar masyarakat semakin memahami cara sederhana untuk membedakan Rupiah asli dan palsu.
“Cukup dengan 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang, masyarakat dapat mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah,” ujar Edwin, melalui keterangan resminya, pada Jumat (24/7/2026).
Selain mengenali keaslian uang, masyarakat juga diajak untuk turut menjaga kondisi fisik Rupiah melalui gerakan 5J, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi, dan Jangan Distaples.
Edwin menegaskan, menjaga Rupiah merupakan tanggung jawab bersama agar uang tetap bersih, rapi, dan layak digunakan dalam berbagai transaksi.
“Karena setiap transaksi dimulai dari Rupiah yang kita jaga bersama,” katanya.
Melalui kegiatan edukasi CBP Rupiah tersebut, BI Sultra berharap kesadaran masyarakat terhadap Rupiah semakin meningkat, baik dalam mengenali keasliannya maupun merawatnya sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara. YUS











