Tips & Trik

Siasat “Kantong Aman, Jalan Terus”: Cara Pekerja Kantoran Hadapi Kenaikan Biaya BBM

×

Siasat “Kantong Aman, Jalan Terus”: Cara Pekerja Kantoran Hadapi Kenaikan Biaya BBM

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260427 213104 Facebook

SUARA KENDARI.COM– Di tengah fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kian menantang, para pekerja kantoran di kota-kota besar mulai memutar otak. Bukan sekadar keluhan di media sosial, mereka kini menerapkan berbagai strategi kreatif demi menjaga agar pos transportasi tidak membobol gaji bulanan.
​Berikut adalah beberapa tren unik yang dilakukan para “pejuang cuan” untuk menyiasati penghematan BBM:

*1. Tren Bike-to-Work dan Skuter Listrik*

Bagi mereka yang jarak rumahnya masih dalam radius 5–10 km, bersepeda menjadi opsi paling populer. Selain nol emisi dan nol biaya bensin, tren ini dianggap sebagai “olahraga terselubung”.

“Dulu sebulan bisa habis Rp800.000 buat bensin mobil. Sekarang pakai sepeda listrik, cuma modal cas baterai di kantor. Lumayan, sisa uangnya bisa buat self-reward di akhir pekan,” ujar Rian (28), seorang analis keuangan di kawasan Sudirman.

*2. Formasi “Nebeng Bareng” (Car pooling* )

​Istilah car pooling kembali naik daun. Rekan kerja yang tinggal searah kini lebih memilih berangkat dalam satu mobil secara bergantian.
​Sistem Ganjil-Genap: Membantu menembus aturan lalu lintas tanpa perlu dua mobil.
​Patungan Operasional: Biaya bensin dan tol dibagi rata, yang biasanya bisa memangkas pengeluaran hingga 50%.

*3. Migrasi Total ke Transportasi Publik Terintegrasi*

Pekerja kantoran kini lebih memilih memarkirkan kendaraannya di stasiun atau halte terdekat (Park and Ride). Kehadiran MRT, LRT, dan TransJakarta yang semakin terintegrasi menjadi penyelamat bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan sekaligus menghemat BBM.

*4. Strategi “WFA” di Tengah Pekan*

Meski banyak perusahaan sudah kembali memberlakukan Work From Office (WFO) penuh, beberapa pekerja melakukan negosiasi untuk bekerja dari rumah (Work From Home) pada hari-hari tertentu atau memilih bekerja dari coworking space terdekat dari rumah.

Efeknya: Penghematan bensin untuk 1–2 hari per minggu sangat signifikan jika diakumulasi dalam sebulan.
Mengubah Gaya Mengemudi (Eco-Driving)
​Bagi yang tetap harus membawa kendaraan pribadi, teknik eco-driving kini menjadi ilmu wajib. Mengatur injakan gas yang stabil, menjaga tekanan ban, hingga mematikan mesin saat berhenti lama di lampu merah diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 10-15%.

Kenaikan harga BBM pada akhirnya menciptakan budaya baru bagi masyarakat urban: budaya efisiensi. Meski awalnya terpaksa, banyak pekerja merasa gaya hidup baru ini justru membuat mereka lebih disiplin dalam mengatur keuangan dan waktu.

Dilarang Copy Berita dari Website ini