SUARAKENDARI.COM– Pernahkah Anda memperhatikan kapan waktu yang paling sering dipilih orang untuk mengantre di SPBU? Sebagian besar mungkin memilih waktu saat indikator bensin sudah menyentuh garis merah. Namun, bagi para pemilik kendaraan yang jeli terhadap efisiensi, waktu pengisian BBM ternyata bukan sekadar soal kesempatan, melainkan soal fisika dan temperatur.
Berikut adalah panduan mengenai waktu terbaik mengisi bahan bakar agar Anda mendapatkan volume yang maksimal dan menjaga kesehatan mesin kendaraan.
1. Pagi Buta atau Malam Hari: Saat Suhu Lebih Dingin*
Waktu paling ideal untuk mengisi BBM adalah saat suhu udara sedang berada di titik terendah, yakni pagi hari sebelum matahari terik atau malam hari.
Logika Fisika: Cairan bahan bakar memiliki sifat memuai. Pada siang hari yang panas, densitas (kerapatan) BBM akan berkurang karena pemuaian. Sebaliknya, saat suhu dingin, BBM menjadi lebih pekat atau padat.
Keuntungan: Karena pompa SPBU mengukur volume (liter) dan bukan berat, mengisi saat suhu dingin memastikan Anda mendapatkan jumlah molekul bahan bakar yang lebih banyak dalam satu liternya dibandingkan saat siang hari.
2. Hindari Mengisi Saat Truk Tangki Sedang Bongkar Muat*
Jika Anda melihat truk tangki pengangkut BBM sedang melakukan pengisian ke tangki pendam SPBU, sebaiknya cari pom bensin lain atau kembali lagi nanti.
Risiko Endapan: Proses bongkar muat BBM dari truk ke tangki pendam akan mengaduk endapan kotoran atau air yang berada di dasar tangki besar tersebut.
Dampaknya: Jika Anda mengisi saat proses ini berlangsung, ada kemungkinan kotoran yang naik ke permukaan ikut tersedot masuk ke tangki mobil Anda, yang berisiko menyumbat filter bensin atau mengganggu sistem injeksi.
3. Aturan “Seperempat Tangki”: Jangan Tunggu Sampai Kering*
Banyak pengemudi terbiasa menunggu lampu indikator bensin menyala sebelum melipir ke SPBU. Secara teknis, ini adalah kebiasaan yang kurang baik bagi kesehatan mobil.
Tips Ahli: Sebaiknya isi ulang bahan bakar saat tangki masih tersisa seperempat (1/4).
Mencegah Kondensasi: Semakin banyak ruang kosong di dalam tangki, semakin banyak udara yang masuk. Udara ini bisa mengembun dan menghasilkan uap air yang merusak kualitas BBM.
Melindungi Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump): Pada banyak mobil modern, pompa bahan bakar terletak di dalam tangki dan didinginkan oleh cairan bensin itu sendiri. Jika bensin terlalu rendah, pompa akan cepat panas dan memperpendek usia pakainya.
Tips Tambahan: Gunakan Kecepatan “Low” pada Nozzle
Saat petugas SPBU atau Anda sendiri menekan tuas nozzle, pilihlah kecepatan aliran yang lambat atau sedang (jika memungkinkan).
Alasannya: Aliran yang terlalu cepat menciptakan lebih banyak uap (vapors) di dalam tangki. Sensor pada nozzle seringkali mendeteksi uap ini sebagai bensin yang sudah penuh, sehingga pengisian berhenti lebih awal padahal tangki belum benar-benar padat berisi cairan.
Dengan memahami ritme dan kondisi lingkungan saat mengisi BBM, pemilik kendaraan tidak hanya bisa menghemat pengeluaran secara jangka panjang, tetapi juga melakukan perawatan preventif pada sistem pembakaran mobil. (Rsw)











