Environment

Siap-Siap “Hemat Air”, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering!

×

Siap-Siap “Hemat Air”, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering!

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260415 102404 Facebook

SUARA​KENDARI.COM – Warga Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi dan Jawa, nampaknya harus mulai menyiapkan stok sabar dan stok air bersih. BMKG baru saja mengeluarkan peringatan bahwa tahun 2026 ini, musim kemarau diprediksi bakal datang lebih awal dan membawa hawa yang lebih menyengat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
​Bukan sekadar panas biasa, fenomena alam yang mulai bergeser ke arah El Niño membuat curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menurun drastis. Lantas, apa saja yang perlu kita waspadai agar aktivitas tetap berjalan lancar?
​Sumur Mulai “Kering Kerontang”
​Salah satu dampak yang paling terasa di depan mata adalah berkurangnya debit air tanah. Bagi Anda yang masih bergantung pada sumur galian atau pompa air, waspadai penurunan permukaan air. Wilayah seperti Sulawesi Tenggara dan sebagian besar Pulau Jawa diprediksi akan mengalami masa tanpa hujan yang cukup panjang. Memanen air hujan sisa-sisa musim pancaroba ini bisa jadi langkah cerdas sebelum keran benar-benar hanya mengeluarkan “suara angin”.
​Menu Meja Makan Bisa Berubah
​Kekeringan bukan cuma soal mandi, tapi juga soal perut. Sektor pertanian menjadi yang paling terdampak. Jika irigasi mengering, pasokan sayur-mayur dan beras bisa terganggu. Jangan kaget jika harga cabai atau bawang di pasar mulai “pedas” di kantong akibat para petani yang harus berjuang ekstra memberikan minum pada tanaman mereka.
​Waspada Debu dan ISPA
​Cuaca terik dan tanah yang kering otomatis akan membuat debu beterbangan lebih liar. Selain bikin kulit kering, kondisi ini rawan memicu infeksi saluran pernapasan (ISPA). Memakai masker saat berkendara dan tetap menghidrasi tubuh dengan air putih adalah “skincare” terbaik selama musim kemarau ini agar tidak cepat tumbang.
​Bahaya Puntung Rokok di Lahan Kering
​Dalam kondisi kering kerontang, satu puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bagi warga yang memiliki lahan kosong atau tinggal dekat area hutan, pastikan tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar, karena api bakal sangat mudah menjalar ditiup angin kencang.
​Tips Singkat Menghadapi Kemarau:
​Bijak Pakai Air: Mulai kurangi aktivitas siram-siram yang tidak mendesak.
​Sedia Payung/Topi: Bukan untuk hujan, tapi melindungi dari paparan UV yang makin ekstrem.
​Cek Stok Logistik: Untuk para pelaku usaha atau petani, segera atur strategi pengairan agar tidak merugi.
​Mari tetap waspada namun tenang. Meskipun cuaca makin terik, pastikan kepala tetap dingin dengan persiapan yang matang!

Dilarang Copy Berita dari Website ini