KONAWE SELATAN, suarakendari.com– Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Tercatat, sebanyak 159 kasus lakalantas terjadi dengan korban meninggal dunia mencapai 35 orang.
“Angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2025 mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat 159 kasus yang terjadi dan 35 orang meninggal dunia,” kata Kapolres Konawe Selatan AKBP Febry Sam saat konferensi pers, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan pada tahun 2024 lalu, jumlah kecelakaan lalu lintas di Konsel tercatat sebanyak 123 kasus. Dari angka tersebut, korban meninggal dunia sebanyak 30 orang, luka berat 45 orang, dan luka ringan 186 orang.
“Untuk tahun 2024, kasus kecelakaan yang ditangani sebanyak 123 kasus. Seluruh kasus kecelakaan lalu lintas berhasil kami selesaikan atau mencapai 100 persen,” ujarnya.
Sementara pada tahun 2025, selain meningkat dari sisi jumlah kasus, jumlah korban juga mengalami kenaikan. Data kepolisian mencatat korban luka berat mencapai 77 orang dan luka ringan sebanyak 231 orang.
“Luka-luka berat 77 orang dan ringan 231. Sedangkan total kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas selama 2025 mencapai Rp 427 juta,” ungkap Febry.
Dari sisi penanganan perkara, Polres Konawe Selatan telah menyelesaikan 148 kasus kecelakaan sepanjang 2025. Angka tersebut setara dengan 93,08 persen dari total kasus yang ditangani.
“Masih ada beberapa kasus yang proses penyelesaiannya berjalan, namun secara umum penanganan tetap kami optimalkan,” jelasnya.
Hasil penyelidikan kepolisian menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan. Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm dan tidak mengenakan sabuk pengaman masih kerap ditemukan.
“Kesadaran berlalu lintas masyarakat masih rendah, ini yang paling sering kami temukan di lapangan,” tegas Kapolres.
Selain itu, konsumsi minuman keras juga disebut masih menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Konawe Selatan. Beberapa kasus kecelakaan fatal bahkan terjadi akibat kelalaian pengendara sendiri.
“Miras juga masih menjadi momok dan pemicu terjadinya kecelakaan di wilayah Polres Konawe Selatan,” bebernya.
Dia mengatakan sebagian besar kecelakaan lalu lintas di Konawe Selatan didominasi faktor kelalaian manusia. Karena itu, kepolisian mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan patuh terhadap aturan berkendara.
“Kami berharap di tahun 2026 kesadaran masyarakat semakin meningkat agar angka kecelakaan di wilayah Polres Konawe Selatan bisa turun drastis,” pungkasnya. Ys











