Environment

Menguak Keberadaan Kima Nuh (Tridacna~noae): Pahlawan Laut Dangkal yang Terabaikan di Indonesia

×

Menguak Keberadaan Kima Nuh (Tridacna~noae): Pahlawan Laut Dangkal yang Terabaikan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1752638087067

FB IMG 1752638083813KENDARI, suarakendari.com-
Indonesia, dengan kekayaan maritimnya yang luar biasa, baru-baru ini menorehkan sejarah baru dalam dunia konservasi laut. Laut dangkal Indonesia kini diakui sebagai rumah bagi sembilan spesies kima, menjadikannya negara dengan keanekaragaman spesies kima terbanyak di dunia.

Penemuan terbaru yang mengejutkan adalah identifikasi Tridacna~noae, atau yang lebih dikenal sebagai Kima Nuh, sebuah spesies yang sebelumnya tidak tercatat dalam daftar kima di perairan Indonesia.

Jejak Penemuan yang Penuh Perjuangan

Kisah penemuan Kima Nuh di Indonesia adalah bukti nyata dari kurangnya perhatian terhadap potensi keanekaragaman hayati laut di negara kita. Habib Buduha Indra Handari penggiat Konservasi Kima Toli Toli Labengki Sultra mengungkapkan, pada tahun 2013, Tim Konservasi Kima Tolitoli Labengki menemukan spesies kima yang mirip dengan Tridacna~costata (Kima Laut Merah) di perairan Tolitoli, Labengki (Sulawesi Tenggara), dan Kepulauan Menui (Sulawesi Tengah). Pada saat itu, tanpa adanya peneliti atau ahli kima dari Indonesia yang mumpuni, spesies ini keliru dianggap sebagai spesies kima baru yang belum teridentifikasi.

Klarifikasi baru datang pada tahun 2015, ketika seorang ahli spesies kima dari Belanda mengunjungi Konservasi Kima Tolitoli Labengki. Beliaulah yang mengonfirmasi bahwa spesies yang ditemukan ini adalah Tridacna~noae. Penemuan ini tidak hanya mengisi kekosongan data, tetapi juga mengubah pemahaman kita tentang distribusi geografis Kima Nuh.

FB IMG 1752638088687

Dari Laut Merah Hingga Perairan Nusantara

Awalnya, Tridacna~noae diidentifikasi pada tahun 1960-an oleh Tim Ahli Kelautan dari Bremen Haven, Jerman, di Laut Merah dan diberi nama Tridacna~costata.

Namun, seiring berjalannya waktu, para ahli kima menemukan spesies ini di perairan Thailand dan Filipina. Temuan-temuan ini kemudian mendorong perubahan nama dari Tridacna~costata menjadi Tridacna~noae, mencerminkan distribusi yang lebih luas dari spesies ini.

Dengan penemuannya di Indonesia, keberadaan Tridacna~noae kini semakin menegaskan luasnya sebaran spesies ini di Indo-Pasifik.
Indonesia: Episentrum Keanekaragaman Kima Dunia
Dengan teridentifikasinya Tridacna~noae, dan setelah verifikasi Kimaboe sebagai spesies kima baru, total spesies kima yang menghuni laut dangkal Indonesia kini berjumlah sembilan.

Angka ini melonjak dari tujuh spesies yang selama ini dikenal, dan secara otomatis menempatkan Indonesia sebagai negara pemilik spesies kima terbanyak di dunia. Ini adalah pengakuan yang membanggakan, mengingat kima adalah salah satu indikator penting kesehatan ekosistem laut.

Ironi Konservasi yang Terabaikan

Namun, di balik kebanggaan ini tersimpan sebuah ironi yang memilukan. Meskipun kima adalah pendukung utama ekosistem laut dangkal, perannya dalam menjaga kesehatan terumbu karang dan keanekaragaman hayati lainnya seolah luput dari perhatian.

Sangat disayangkan, spesies-spesies pahlawan laut dangkal yang rentan punah ini tidak mendapatkan prioritas konservasi yang layak dari pemerintah dan institusi pendidikan (para ahli ilmu kelautan) di Indonesia.

Berbeda dengan negara-negara beriklim tropis lainnya di seluruh dunia yang telah aktif melakukan konservasi kima yang dikelola oleh negara, Indonesia belum memiliki program konservasi kima yang dikelola dan dioperasikan oleh pemerintah. Konservasi kima masih banyak bergantung pada inisiatif perorangan atau kelompok swasta, seperti yang dilakukan oleh Tim Konservasi Kima Tolitoli Labengki.

Seruan untuk Aksi Nyata
Keberadaan Kima Nuh dan status Indonesia sebagai negara pemilik spesies kima terbanyak di dunia seharusnya menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran dan tindakan nyata. Diperlukan perhatian serius dari pemerintah dan dukungan penuh dari para ahli kelautan untuk:

* Melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami distribusi, populasi, dan status konservasi setiap spesies kima di perairan Indonesia.

* Membangun pusat konservasi kima yang dikelola negara untuk melindungi, membudidayakan, dan merehabilitasi populasi kima yang terancam.

* Mengintegrasikan konservasi kima ke dalam kebijakan kelautan nasional untuk memastikan perlindungan jangka panjang.

* Meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kima bagi ekosistem laut.

Tanpa langkah-langkah konkret ini, pahlawan laut dangkal kita, termasuk Kima Nuh yang baru saja teridentifikasi, akan terus menghadapi ancaman kepunahan. Sudah saatnya kita, sebagai bangsa maritim, benar-benar berinvestasi dalam melindungi aset tak ternilai ini demi keberlanjutan ekosistem laut Indonesia. Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini