Peristiwa

Membangun Budaya Sadar Data: Pembinaan Literasi Statistik di Desa Lalowosula

×

Membangun Budaya Sadar Data: Pembinaan Literasi Statistik di Desa Lalowosula

Sebarkan artikel ini
20250716 184555

KOLAKA TIMUR, suarakendari.com – Semangat literasi statistik terus digalakkan di Kabupaten Kolaka Timur. Hari ini, Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi, menjadi tuan rumah kegiatan Pembinaan Literasi Statistik Masyarakat Desa Lalowosula dan Ekspose Data Kegiatan Desa Cinta Statistik (Cantik) 2025. Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat desa akan pentingnya data dalam pembangunan.

Kegiatan penting ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Pj. Sekda Kolaka Timur La Fala, S.E., Kepala BPMD Kusram Maroli, S.Pt., serta Kepala Bidang Kominfosantik Juhari, S.T. yang mewakili Kepala Dinas Diskominfosantik. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap inisiatif Desa Cantik.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Kolaka Timur, La Fala, S.E., menegaskan betapa krusialnya program Desa Cantik. “Program Desa Cantik ini sangat penting karena data adalah fondasi dari semua kebijakan yang kita ambil,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Dengan adanya pengelolaan data yang baik di tingkat desa, kita dapat memastikan bahwa program pembangunan yang kita laksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”

La Fala juga menekankan pentingnya inisiatif Desa Cantik dalam membangun budaya sadar data di lingkungan desa. “Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menjadi desa percontohan dalam pengelolaan data yang baik dan transparan di Kabupaten Kolaka Timur,” ajaknya.

Harapan besar juga disampaikan terkait pemanfaatan data. “Saya berharap apapun yang dibangun di Kabupaten Kolaka Timur ini semuanya sudah berbasis data statistik sehingga dapat mempermudah mengelola data dengan baik, khususnya dalam merancang program-program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas La Fala.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk semakin aktif dalam mengelola dan memanfaatkan data. Dengan literasi statistik yang kuat, masyarakat desa dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan, memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar mewakili kebutuhan dan aspirasi mereka. Ys

Dilarang Copy Berita dari Website ini