KENDARI, suarakendari.com-Aksi percobaan bunuh diri kembali mengguncang Jembatan Teluk Kendari. Seorang pria paruh baya, yang belakangan diketahui bernama Rahman, diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan ikonik tersebut, Selasa 3/6/2025.
Beruntung, warga yang sigap melihat Rahman memanjat bagian atas jembatan langsung bertindak cepat untuk mencegah aksi nekatnya. Rahman kemudian berhasil diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Kandai.
Identitas Pelaku Terungkap, Polisi Minta Keluarga Jemput Rahman
Hasil interogasi kepolisian mengungkap bahwa Rahman adalah warga Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Pihak kepolisian telah mengimbau keluarga Rahman untuk segera menjemputnya agar bisa kembali ke rumah. Video Rahman di kepolisian pasca diselamatkan warga sempat viral di jagat maya.
Jembatan Teluk Kendari, Ikon yang Berubah Menjadi Lokasi Mengkhawatirkan
Fenomena percobaan bunuh diri di Jembatan Teluk Kendari belakangan ini kian meresahkan masyarakat Sulawesi Tenggara. Sejak diresmikan dan menjadi salah satu ikon kebanggaan Kendari, jembatan ini justru terus-menerus menjadi sorotan negatif akibat meningkatnya jumlah kasus percobaan bunuh diri di lokasi tersebut. Tercatat, sudah ada delapan kasus percobaan bunuh diri yang terjadi di Jembatan Teluk Kendari.
Minimnya Kebijakan Solutif dari Pemerintah Daerah
Yang lebih ironis, di tengah peningkatan angka percobaan bunuh diri ini, pemerintah daerah Sulawesi Tenggara dinilai belum mengambil kebijakan solutif yang konkret untuk mengatasi permasalahan serius ini.
Ketiadaan tindakan preventif yang jelas menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai upaya pemerintah dalam menjaga keselamatan warganya, terutama di fasilitas publik yang seharusnya aman dan membanggakan.
Mendesak Adanya Tindakan Nyata
Mengingat Jembatan Teluk Kendari adalah aset penting dan kebanggaan masyarakat, sudah saatnya pemerintah daerah tidak hanya berdiam diri. Diperlukan langkah-langkah nyata dan komprehensif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Ini bisa mencakup pemasangan pagar pengaman yang lebih tinggi, patroli keamanan yang lebih intensif, atau bahkan penyediaan posko penanganan krisis di sekitar area jembatan.
Selain itu, edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan mental juga sangat krusial untuk dilakukan secara masif, guna memberikan pemahaman dan dukungan bagi individu yang mungkin sedang berjuang dengan masalah kejiwaan.
Kapan pemerintah daerah akan mengambil tindakan serius untuk melindungi warganya dan memulihkan citra positif Jembatan Teluk Kendari?











