KONAWE SELATAN, suarakendari.com – Seorang warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya di area tambak, Sabtu (21/2/2025) malam.
Korban diketahui bernama Baharuddin (74), seorang petani/pekebun asal Desa Roraya.
Kapolsek Tinanggea Iptu Sucipto menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah korban keluar rumah tanpa berpamitan kepada keluarga pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
“Sekira pukul 08.00 Wita, anak korban, Sdri. Hasma, melaporkan kepada Kepala Desa Roraya karena korban belum juga ditemukan,” ujar Iptu Sucipto.
Kepala desa kemudian menyarankan keluarga untuk mencari informasi kepada kerabat dekat. Pencarian terus dilakukan hingga malam hari.
Sekira pukul 19.00 Wita, anak korban, bernama Udin bersama warga setempat menuju tambak untuk melakukan pencarian. Di lokasi tersebut, mereka menemukan senter milik korban di sudut tambak dalam kondisi berada di dalam air.
Warga kemudian mengelilingi tambak untuk melanjutkan pencarian. Sekira pukul 20.00 Wita, korban ditemukan di pinggir tambak dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi diduga akibat terkaman buaya.
“Saat proses pencarian, warga juga melihat seekor buaya berada di dalam tambak, tidak jauh dari lokasi korban ditemukan,” jelasnya.
Mendapat laporan dari Kepala Desa Roraya, Sulpiana, Kapolsek Tinanggea bersama personel langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas mengimbau warga agar berhati-hati saat melakukan evakuasi mengingat kondisi air yang keruh dan minimnya peralatan keselamatan.
Polsek Tinanggea juga berkoordinasi dengan Puskesmas Tinanggea untuk membantu proses evakuasi serta menyiapkan ambulans guna membawa jenazah ke rumah duka.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Hingga saat ini, jenazah korban telah berada di rumah duka dan akan segera dimakamkan.
Kapolsek menambahkan, lokasi tambak tersebut terhubung langsung dengan laut dan dikenal sebagai habitat buaya. Bahkan, di lokasi tersebut sebelumnya juga dilaporkan pernah terjadi insiden serupa.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya para petambak, agar selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di tambak, mengingat potensi ancaman satwa liar seperti buaya,” pungkas Iptu Sucipto. Ys











