KENDARI, suarakendari.com — Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026.
Program itu merupakan kelanjutan dari kesuksesan pelaksanaan ERB pada tahun sebelumnya dalam memperluas distribusi uang layak edar di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Pelaksanaan ERB 2026 ditandai dengan pelepasan tim ekspedisi oleh Direktur Pengedaran Uang Rupiah BI, Noviyanto, di Pangkalan TNI AL Kendari, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya misi distribusi uang ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Dalam pelaksanaannya, tim ekspedisi mendapat dukungan penuh dari Markas Besar TNI AL dengan menggunakan armada KRI Pulau Rimau-724. Kapal tersebut akan mengantarkan tim menuju wilayah Kabupaten Wakatobi, yang menjadi salah satu fokus distribusi tahun ini.
Sebanyak 15 personel tergabung dalam tim ERB Sultra 2026. Mereka terdiri dari enam perwakilan kantor BI, yakni dari Semarang, Mamuju, Bandung, Makassar, Pangkalpinang, dan Denpasar.
Direktur Pengedaran Uang Rupiah BI, Noviyanto, mengatakan ekspedisi yang berlangsung pada 5 hingga 11 Mei 2026 itu, bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di wilayah 3T dalam memperoleh uang rupiah yang layak edar.
“Melalui ekspedisi ini, kami memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan uang rupiah yang berkualitas, sekaligus menjaga kelancaran transaksi ekonomi,” ujarnya.
Selain layanan penukaran uang, masyarakat di wilayah Wakatobi juga akan mendapatkan edukasi terkait pentingnya merawat dan mencintai rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Sosialisasi tersebut akan menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, hingga Runduma.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL Kendari, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana menyampaikan, keterlibatan TNI AL dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergi strategis dengan BI dalam menjaga kedaulatan negara.
“Distribusi rupiah hingga ke wilayah kepulauan adalah bagian dari upaya memperkuat kedaulatan negara, sekaligus memastikan pemerataan ekonomi nasional,” katanya.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI dan TNI AL berharap dapat terus meningkatkan akses masyarakat terhadap uang layak edar serta memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga rupiah sebagai identitas bangsa. Ys











