HeadlineHukum

Pelaku Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Korumba Kota Kendari Tertangkap, Polisi Masih Dalami Motifnya

×

Pelaku Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Korumba Kota Kendari Tertangkap, Polisi Masih Dalami Motifnya

Sebarkan artikel ini
IMG 20250712 WA0008

KENDARI, suarakendari.com –Misteri pembunuhan tragis terhadap seorang wanita paruh baya di Kota Kendari akhirnya menemui titik terang.

Kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan terhadap korban berinisial AI (59 Tahun), warga Jalan Supu Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, adalah mantan karyawan David, suami korban.

Kepastian itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Nirwan Fakaubun, usai penangkapan pelaku, di wilayah Kabupaten Konawe, Jumat (11/7/2025) sekitar pukul 21.00 wita.

“Pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban. Namun, dia pernah bekerja bersama suami korban,” ujar Kompol Nirwan dalam keterangan kepada media.

Informasi yang dihimpun, identitas pelaku berinsial U.

Kompol Nirwan menyebut, penangkapan itu merupakan hasil kerja sama intensif antara Unit Intelkam, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari, Tim Resmob Polda Sultra, Intel Brimob, dan personel Polres Konawe.

Meski telah diamankan, motif pelaku hingga kini belum dapat dipastikan. Menurut Nirwan, keterangan yang diberikan pelaku masih berubah-ubah dan belum konsisten saat menjalani pemeriksaan awal.

“Kami masih mendalami motifnya karena pengakuan pelaku tidak stabil, kadang berubah-ubah,” imbuhnya.

Pelaku kini telah ditahan di Mapolresta Kendari dan tengah menjalani penyelidikan intensif. Polisi terus menggali informasi guna mengungkap motif pasti di balik pembunuhan yang mengguncang warga Korumba itu.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan jasad AI dalam kondisi mengenaskan di rumahnya pada Selasa malam (1/7/2025) malam. Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayatan senjata tajam di bagian leher. Peristiwa tersebut segera menyita perhatian warga dan aparat kepolisian.

Kini, meski pelaku telah tertangkap, publik masih menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar, mengapa nyawa AI harus berakhir dengan cara yang begitu tragis. Ys

Dilarang Copy Berita dari Website ini