HeadlineKultur

Mengukuhkan Pilar Adat: DPP Lembaga Adat Tolaki Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pembangunan Daerah

×

Mengukuhkan Pilar Adat: DPP Lembaga Adat Tolaki Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1752405566223

FB IMG 1752405551826KENDARI, suarakendari.com – Semangat pelestarian budaya dan sinergi pembangunan daerah kembali digaungkan di Sulawesi Tenggara. Bertempat di Hotel Azizah Syariah Kendari, Sabtu lalu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT) Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 secara resmi dikukuhkan dalam sebuah acara penuh khidmat dan kekeluargaan.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling., turut hadir memberikan dukungan dan apresiasi. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap peran strategis lembaga adat dalam memajukan Sultra.

Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI Dapil Sultra, Wakil Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda Sultra (Kapolda, Kajati, perwakilan Danrem, Kabinda, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra, Danlanal Kendari, Danlanud Haluoleo), serta para kepala daerah, wakil kepala daerah, dan Sekda dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Tak ketinggalan, pimpinan organisasi adat, tokoh adat, tokoh masyarakat, Raja-Raja Nusantara, dan seluruh jajaran pengurus DPP LAT terpilih turut memadati lokasi acara, menunjukkan dukungan dan antusiasme yang tinggi.

Prosesi Pengukuhan yang Sakral

Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan DPP LAT nomor 001/KPTS/LAT/6/2025 tentang susunan kepengurusan masa bakti 2025–2030 oleh Jefri Rembasa, bersama Jamran, Hendrik, dan Ismawati. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pengukuhan, diikuti penyerahan Pataka oleh Dewan Penasehat kepada Ketua Umum DPP LAT terpilih, Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H. Penyerahan ini bukan hanya simbolis, melainkan juga penanda dimulainya era baru kepengurusan dalam menjaga nilai-nilai adat Tolaki serta mengibarkan semangat dan eksistensi LAT di Bumi Anoa.

Selanjutnya, prosesi pelantikan dilakukan dalam dua tahapan: secara adat yang disebut “Pomborehu’a” dan secara organisasi oleh Dewan Penasehat. Seluruh rangkaian pelantikan ini ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan, mengukuhkan legalitas kepengurusan yang baru.

Kolaborasi Adat dan Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Ir. Hugua, M.Ling., Gubernur Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pengukuhan ini. Beliau menekankan bahwa keberadaan pengurus baru DPP LAT, yang memadukan figur senior dan generasi muda, merupakan bentuk regenerasi ideal dalam organisasi adat. Tokoh tua dinilai sebagai pemersatu dan penasihat, sementara tokoh muda diharapkan menjadi motor kaderisasi yang membawa semangat baru.

“Kami percaya dengan integritas, pengalaman, dan ketokohan beliau (Dr. H. Lukman Abunawas), LAT akan semakin solid dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Sultra yang aman, maju, sejahtera, dan religius,” ujar Wagub Hugua.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua LAT sebelumnya, Drs. H. Mashur Masie Abunawas, M.Si., atas dedikasinya yang sukses mengangkat eksistensi LAT sebagai pilar budaya dan pembangunan di Sultra.

Wagub Hugua menegaskan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, sangatlah krusial. “Kami mengajak seluruh pemangku adat Tolaki untuk terus menjadi garda terdepan dalam membina masyarakat agar senantiasa aktif berpartisipasi dalam pembangunan serta menjaga ketertiban dan kedamaian sosial,” jelasnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya peran LAT dalam mendukung visi pembangunan daerah yang selaras dengan “Asta Cita” Presiden RI dan “Tri Cita ASR-HUGUA,” yaitu menjadikan Sultra sebagai provinsi yang maju, aman, sejahtera, dan religius. “Aman” mencerminkan kerukunan masyarakat yang dijaga melalui peran tokoh adat dan budaya; “sejahtera” bermakna kemajuan ekonomi dan keseimbangan sosial; sedangkan “religius” berkaitan dengan penguatan spiritualitas, kedisiplinan, dan integritas.

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur Hugua menyampaikan empat indikator penting yang menjadi perhatian Pemprov Sultra saat ini: penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, indeks daya saing daerah, dan indeks demokrasi Indonesia. “Untuk itu, kami berharap LAT dapat berperan aktif dalam membangun sinergi antarlembaga demi memperkuat demokrasi dan stabilitas daerah,” tegasnya, seraya mengucapkan selamat kepada Dr. H. Lukman Abunawas dan seluruh jajaran pengurus LAT Sultra yang baru.

Kalosara: Simbol Kehormatan dan Persatuan Tolaki

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LAT terpilih, Dr. H. Lukman Abunawas, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Forkopimda, serta pimpinan DPRD Sultra. Ia menegaskan bahwa Kalosara merupakan simbol kebesaran dan kehormatan suku Tolaki yang telah diakui secara nasional dan internasional, termasuk sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Kalosara mencerminkan nilai-nilai luhur seperti persatuan, penghormatan, dan keseimbangan hidup yang senantiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Tolaki.
Lukman lebih lanjut menegaskan bahwa masyarakat Tolaki hidup dengan filosofi mepokoaso (bersatu) dan merongga (kebersamaan), serta senantiasa menjunjung tinggi adat dan budaya sebagai dasar kehidupan sosial. Beliau menekankan bahwa siapa pun yang menghormati adat akan dihormati pula, namun pelanggaran terhadap nilai-nilai Kalosara akan dikenai sanksi adat.

Di hadapan jajaran pemerintah, Dr. H. Lukman Abunawas menegaskan komitmen masyarakat adat Tolaki untuk selalu mendukung program pembangunan daerah dan siap menjaga harmoni antar suku dalam bingkai persatuan di Sulawesi Tenggara.

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Lembaga Adat Tolaki dalam melanjutkan peran sentralnya sebagai penjaga budaya dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih baik. Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini