HeadlinePeristiwa

Kendari Tuan Rumah Raker APEKSI Komwil VI, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

×

Kendari Tuan Rumah Raker APEKSI Komwil VI, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260603 WA0019

KENDARI, suarakendari.com – Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI resmi dibuka Wakil Gubernur Sultra, Hugua, di Kota Kendari, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan itu diikuti oleh 17 pemerintah kota dari wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur: Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat”.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, forum tersebut menjadi momentum strategis bagi pemerintah kota di kawasan Indonesia Timur untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan, khususnya persoalan pengelolaan sampah.

Menurutnya, penanganan sampah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari solusi yang berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kita ingin memperkuat kolaborasi dan sinergi antarpemerintah kota untuk melahirkan solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Siska dalam sambutannya.

Sebagai tuan rumah sekaligus Ketua APEKSI Komwil VI, Siska menegaskan bahwa kawasan Indonesia Timur memiliki tantangan yang relatif sama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Karena itu, pertukaran pengalaman dan praktik baik antar daerah menjadi penting untuk menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Raker APEKSI Komwil VI juga menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk membahas berbagai isu strategis perkotaan lainnya, mulai dari pelayanan publik, pembangunan berkelanjutan, hingga penguatan ekonomi daerah. Hasil pembahasan dalam forum ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang dibawa ke tingkat nasional dalam agenda APEKSI berikutnya.

Kehadiran 17 pemerintah kota dari Sulawesi, Maluku, dan Papua diharapkan semakin memperkuat sinergi pembangunan kawasan Indonesia Timur sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam tata kelola perkotaan yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan. Ys

Dilarang Copy Berita dari Website ini