EnvironmentHeadline

Hutan Wolasi Menjerit: Ancaman di Jantung Keanekaragaman Hayati

×

Hutan Wolasi Menjerit: Ancaman di Jantung Keanekaragaman Hayati

Sebarkan artikel ini
wolasi

KONAWE SELATAN, suarakendari.com-Dunia tengah menghadapi krisis iklim. Perubahan iklim yang makin nyata ini bisa menimbulkan bencana alam, termasuk di Indonesia. Di tengah upaya global untuk mengatasi masalah ini, kondisi Hutan Wolasi di Sulawesi Tenggara justru makin memprihatinkan.

Hutan Wolasi, yang membentang di sepanjang jalur penghubung Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari, kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Perambahan dan penebangan kayu menggunakan chainsaw oleh warga makin masif terjadi. Aktivitas ilegal ini telah merusak ekosistem hutan yang selama ini menjadi penopang kehidupan.

Status Kawasan Berubah, Hutan Terancam

Salah satu pemicu masifnya perambahan ini tak lepas dari penurunan status kawasan Hutan Wolasi. Sebelumnya berstatus hutan lindung, kini sebagian arealnya berubah menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) dan Hutan Produksi. Perubahan status ini seolah membuka pintu bagi eksploitasi yang tak terkendali, mengancam kelestarian hutan yang tersisa.

Kekhawatiran Para Penggiat Lingkungan dan Potensi Bencana

Kondisi ini memicu keprihatinan banyak pihak, terutama para penggiat lingkungan. Mereka menyuarakan kekhawatiran akan dampak kerusakan Hutan Wolasi, yaitu potensi bencana banjir dan tanah longsor yang mengancam. Hutan Wolasi selama ini dikenal sebagai jantung pertahanan keanekaragaman hayati dan menara air bagi dua wilayah, Kota Kendari dan Konawe Selatan.

Pasokan Air Terancam, Bencana Menanti

Pasokan air bersih yang menyuplai sebagian besar kebutuhan masyarakat di kedua wilayah tersebut berasal dari Hutan Wolasi. Jika kerusakan terus berlanjut, bukan hanya bencana banjir dan longsor yang mengancam, tetapi juga krisis air bersih. Banjir dan kekeringan akan menjadi bom waktu di masa mendatang, mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.

Himbauan agar pentingnya moratorium perusakan kawasan hutan wolasi menggema disuarakan para aktifis lingkungan di Kendari.

“Mari Selamatkan Hutan Wolasi
Kondisi Hutan Wolasi adalah peringatan serius bagi kita semua. Perlu ada upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen untuk menyelamatkan Hutan Wolasi. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perambahan, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan, serta restorasi area yang rusak adalah langkah-langkah krusial yang harus segera dilakukan,”imbau Rahmat penggiat lingkungan.

Apakah Anda punya ide lain tentang bagaimana kita bisa berkontribusi dalam menjaga kelestarian Hutan Wolasi?

Dilarang Copy Berita dari Website ini