Bangun NegeriHeadline

Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya: Sulawesi Tenggara Peringati Hari Lahir Pancasila 2025 dengan Khidmat

×

Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya: Sulawesi Tenggara Peringati Hari Lahir Pancasila 2025 dengan Khidmat

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1748768324899

KENDARI, suarakendari.com-Peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila Tahun 2025 di Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat dan penuh makna, bertempat di halaman Kantor Gubernur Sultra pada Minggu, 1 Juni 2025. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, memimpin langsung upacara sebagai inspektur, menegaskan kembali komitmen daerah dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional yang relevan dengan kondisi saat ini: “Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya”. Tema ini menjadi seruan bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merenungkan dan menginternalisasi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran lengkap Forkopimda Provinsi Sultra, Ketua DPRD Provinsi Sultra, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN). Tak ketinggalan, anggota TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, Tagana, Polisi Kehutanan, hingga perwakilan pelajar SMA/SMK turut memadati lapangan, menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan.

Simbolisme dalam Pengibaran Sang Saka Merah Putih

Rangkaian upacara dimulai dengan momen sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibraka Provinsi Sultra. Ada yang menarik dari formasi Paskibraka kali ini; mereka dibagi menjadi lima kelompok, secara simbolis merepresentasikan setiap sila dalam Pancasila. Sebuah gambaran yang kuat akan semangat kolektif dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai dasar bangsa.

Bendera secara simbolis diterima dari Wakil Gubernur Sultra, yang juga menjadi inspektur upacara, menambah kekhidmatan momen tersebut.

Setelah Sang Saka Merah Putih berkibar megah, Ketua DPRD Provinsi Sultra membacakan teks Pancasila dengan lantang, diikuti oleh pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh seorang ASN Pemprov Sultra.

Pancasila sebagai Jiwa dan Bintang Penuntun Bangsa

Puncak acara ditandai dengan pembacaan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Sultra. Dalam pidatonya, BPIP menegaskan urgensi menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap denyut kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” demikian petikan pidato BPIP yang dibacakan Wagub Hugua, menggema di seluruh area upacara.
BPIP juga menekankan bahwa Pancasila adalah “rumah besar” bagi keberagaman Indonesia, di mana kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan utama untuk bersatu.

Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, dan disinformasi digital yang berpotensi mengancam kohesi sosial bangsa.

Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Fondasi Pancasila

Dalam konteks mewujudkan Indonesia Emas 2045, BPIP menyoroti penetapan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas pemerintah. Salah satu agenda terpenting adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Pancasila harus menjadi dasar pijakan yang kokoh, mulai dari pendidikan, tata kelola pemerintahan, ekonomi, hingga ruang digital.

“Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” tegas BPIP, mengingatkan akan pentingnya keseimbangan antara kemajuan material dan spiritual.

Seluruh elemen masyarakat diundang untuk menjadi pelaku utama dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Upaya pembinaan ideologi, penguatan kurikulum Pancasila, serta kerja sama lintas sektor merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan publik dan pribadi.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang dihormati bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” pungkas BPIP, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh peserta upacara.

Apresiasi dan Semangat Kebangsaan yang Tak Lekang oleh Waktu

Setelah prosesi upacara dan pembacaan pidato, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan Purna Paskibraka tahun 2024. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sultra dan Ketua DPRD Provinsi Sultra, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas kebangsaan di tahun sebelumnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Sulawesi Tenggara tahun ini berjalan dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran seluruh peserta upacara, mulai dari unsur pimpinan daerah, ASN, hingga pelajar, menunjukkan bahwa semangat Pancasila tetap hidup dan relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Diharapkan, nilai-nilai luhur Pancasila akan terus menjadi roh dalam pembangunan daerah dan nasional, membimbing langkah-langkah menuju terwujudnya Indonesia Raya yang berkeadilan, berdaulat, dan bermartabat. Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini