KENDARI, suarakendari.com — Dalam rangka pelaksanaan Operasi Keselamatan Anoa 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan penataan dan kanalisasi jalur khusus bagi pengguna scooter, sepatu roda, serta sepeda listrik di kawasan Tugu MTQ Kendari.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Kendari sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam menciptakan ketertiban dan keselamatan di ruang publik.
Kawasan Tugu MTQ yang menjadi salah satu ikon sekaligus pusat aktivitas masyarakat di Kota Kendari belakangan ini mengalami peningkatan signifikan penggunaan sepeda listrik dan perangkat olahraga roda. Kondisi tersebut dinilai memerlukan pengaturan khusus guna mencegah potensi kecelakaan lalu lintas antara pengguna scooter dan sepeda listrik dengan pejalan kaki maupun kendaraan bermotor lainnya.
Kanalisasi jalur itu bertujuan, untuk meningkatkan keselamatan seluruh pengguna kawasan, memberikan kepastian ruang gerak bagi pengguna kendaraan mikro, serta mengurangi potensi kecelakaan antar pengguna jalan. Selain itu, penataan ini diharapkan mampu mewujudkan kawasan yang tertib, aman, dan nyaman.
Dalam uji coba rekayasa lalu lintas yang dilaksanakan, Ditlantas Polda Sultra melakukan pemisahan jalur khusus menggunakan traffic cone yang terpisah dari arus kendaraan umum. Personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan dan pengawasan. Di samping itu, petugas memberikan sosialisasi keselamatan, termasuk pentingnya penggunaan perlengkapan pelindung diri bagi pengguna scooter, sepatu roda, dan sepeda listrik.
Selain kanalisasi jalur, kegiatan lainnya yang turut dilaksanakan adalah penataan parkir di sekitar kawasan MTQ. Penataan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan, mencegah parkir sembarangan, serta memastikan akses di sekitar kawasan tetap lancar dan tertib.
Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono mengimbau, seluruh masyarakat agar mematuhi jalur yang telah ditentukan dan tidak mengoperasikan sepeda listrik atau scooter melebihi batas kecepatan. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan helm dan pelindung keselamatan, serta mengedepankan etika dan sikap saling menghormati antar pengguna fasilitas umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan di ruang publik. Dengan disiplin dan kesadaran bersama, kawasan Tugu MTQ dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua,” ujar Kombes Pol Argowiyono.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polda Sultra. Ys











