KENDARI, suarakendari.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada April 2026, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami inflasi Year-on-Year (yoy) 2,98% dengan IHK 112,11.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau (3,14%), pakaian dan alas kaki (0,11%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,00%), perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (1,14%), kesehatan (0,44%), transportasi (4,01%), informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,47%), rekreasi, olahraga, dan budaya (2,13%), pendidikan (4,11%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,98%) dan perawatan pribadi dan jasa lainnya (9,42%).
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto mengatakan, inflasi yoy tertinggi di Kota Baubau sebesar 4,08% (IHK 112,87), sedangkan Kabupaten Konawe terendah 1,61% (IHK 111,65).
Selain itu, BPS juga mencatat Sultra mengalami inflasi m-to-m 0,50% dan inflasi y-to-d 2,28%.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada April 2026, antara lain emas perhiasan, angkutan udara, ikan cakalang/ikan sisik, beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, uang kuliah akademi/perguruan tinggi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, ikan katamba, sepeda motor, minyak goreng, mobil, bahan bakar rumah tangga, ikan tuna, ikan layang/ikan benggol, lemari pakaian, tukang bukan mandor, tarif pulsa ponsel, apel, mainan anak, bawang merah, ayam goreng, serta Sigaret Putih Mesin (SPM).
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain cabai rawit, ikan mujair, cabai merah, terong serta tempe.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada April 2026, antara lain angkutan udara, tomat, beras, ikan tuna, minyak goreng, lemari pakaian, kangkung, bawang merah, serta angkutan laut. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: emas perhiasan, ikan layang/ikan benggol, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, bahan bakar rumah tangga, ikan selar/ikan tude, serta bayam.
Pada April 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,05 persen, kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen, kelompok transportasi sebesar 0,61 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya masing-masing sebesar 0,03 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,18 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,77 persen.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,14 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,14 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, kelompok transportasi sebesar 4,01 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,47 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,13 persen, kelompok pendidikan sebesar 4,11 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 1,98 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,42 persen.
NTP Sultra pada April 2026 tercatat 98,15 atau mengalami penurunan sedalam 0,41 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 98,55.
Sementara nilai ekspor Sultra Maret 2026 mencapai US$347,36 juta atau naik 7,05 persen dibanding ekspor Maret 2025 yang tercatat US$324,50 juta.
Dan nilai impor Sultra Maret 2026 mencapai US$335,29 juta, naik 278,24 persen dibandingkan Maret 2025. Ys











