Tips & Trik

Hemat BBM: Rahasia “Berkendara Pintar” untuk Pemilik Mobil di Tengah Kenaikan Harga

×

Hemat BBM: Rahasia “Berkendara Pintar” untuk Pemilik Mobil di Tengah Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1777296725930

SUARAKENDARI.COM– Mengelola pengeluaran bulanan kini menuntut kreativitas lebih, terutama bagi pemilik kendaraan roda empat. Bahan bakar minyak (BBM) seringkali menjadi komponen biaya terbesar setelah cicilan atau perawatan. Namun, tahukah Anda bahwa konsumsi BBM tidak hanya bergantung pada harga pasar, tetapi juga pada cara Anda memperlakukan kendaraan tersebut?

Berikut adalah rangkuman tips dan trik jitu bagi pemilik mobil untuk menghemat konsumsi BBM secara signifikan tanpa harus mengurangi mobilitas harian.

1. Teknik Eco-Driving: Seni Menginjak Pedal Gas*

Cara mengemudi yang agresif adalah musuh utama efisiensi. Menerapkan teknik eco-driving dapat menghemat penggunaan bahan bakar hingga 15-20%.
​Injakan Gas yang Halus: Hindari menginjak pedal gas secara mendalam secara tiba-tiba (jackrabbit start). Akselerasi perlahan adalah kunci.
​Menjaga Kecepatan Konstan: Gunakan cruise control jika berada di jalan tol yang lengang untuk menjaga putaran mesin tetap stabil.
​Manfaatkan Engine Brake: Saat akan berhenti, lepaskan gas dari jauh dan biarkan putaran mesin menurun secara alami sebelum menginjak rem.

2. Perhatikan Tekanan Ban*

Banyak pemilik mobil meremehkan tekanan angin. Ban yang kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar, memaksa mesin bekerja lebih keras.
​Tips: Pastikan tekanan ban sesuai dengan standar pabrikan (biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi). Ban yang terpompa dengan benar dapat meningkatkan efisiensi hingga 3%.

3. Diet Kendaraan: Buang Beban Tak Perlu*

Setiap beban tambahan sebesar 50 kg pada mobil dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 1-2%.
​Bersihkan bagasi dari barang-barang yang tidak diperlukan.
​Lepaskan roof rack atau rak sepeda jika sedang tidak digunakan, karena selain menambah beban, alat ini juga merusak aerodinamika mobil (menambah hambatan angin).

4. Manajemen Penggunaan AC*

Di iklim tropis, AC memang krusial. Namun, kompresor AC yang bekerja keras akan menyedot tenaga mesin.
​Parkir di Tempat Teduh: Agar kabin tidak terlalu panas saat Anda kembali, sehingga AC tidak perlu bekerja maksimal.
​Suhu Ideal: Atur suhu AC pada posisi 23°C – 25°C. Mengaturnya terlalu dingin hanya akan membuat bensin cepat habis.

5. Pilih Waktu dan Rute yang Tepat*

Kemacetan adalah “pembunuh” efisiensi paling nyata. Mesin yang menyala dalam posisi diam (idling) tetap mengonsumsi bensin tanpa menghasilkan jarak tempuh.
​Gunakan Navigasi: Selalu pantau aplikasi peta untuk mencari rute tercepat dan menghindari titik macet parah.
​Waktu Pengisian: Isi BBM di malam atau pagi hari saat suhu udara dingin. Cairan BBM lebih padat pada suhu rendah, sehingga Anda mendapatkan volume yang lebih maksimal dibandingkan saat siang hari yang terik.

6. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama

Jika Anda harus menunggu lebih dari 1 menit (misalnya saat menjemput anak sekolah atau menunggu di pinggir jalan), lebih baik matikan mesin. Menghidupkan kembali mesin modern sebenarnya mengonsumsi lebih sedikit bensin daripada membiarkannya menyala diam selama 60 detik.
​Dengan menerapkan kombinasi strategi di atas, pemilik mobil tidak hanya membantu menjaga kesehatan mesin dan lingkungan, tetapi juga memberikan napas lega bagi dompet pribadi di akhir bulan. Rsw

Dilarang Copy Berita dari Website ini