HeadlineBangun NegeriPertanian

Antisipasi Gejolak Global, BI Sultra Perkuat Ketahanan Pangan di Kendari

×

Antisipasi Gejolak Global, BI Sultra Perkuat Ketahanan Pangan di Kendari

Sebarkan artikel ini
IMG 20260415 WA0020

KENDARI, suarakendari.com– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari melalui Rapat Koordinasi Pangan sebagai bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026.

Langkah akselerasi itu diambil untuk merespons dinamika ekonomi pada triwulan pertama tahun 2026 yang diwarnai peningkatan biaya logistik serta gangguan jalur pasokan global akibat geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi menjelaskan,komoditas padi dan ikan masih menjadi penyumbang utama inflasi di Sultra dalam tiga bulan terakhir.

Meskipun wilayah Sultra memiliki potensi kelautan dan lahan pertanian yang luas, efisiensi distribusi dan pengolahan pasca-panen dinilai masih perlu ditingkatkan agar harga di tingkat konsumen tetap stabil.

Selain itu, pemerintah dan otoritas moneter kini mewaspadai potensi anomali cuaca ekstrem El Nino “Godzilla” yang diprediksi dapat memicu kekeringan panjang dan mengganggu produktivitas pertanian nasional.

“Penting bagi kita berkoordinasi karena ada ancaman El Nino Godzilla yang bisa memicu kekeringan lebih parah, sehingga sinergi ketahanan pangan harus dirapatkan,” ujar Edwin Permadi, pada media, Rabu (15/4/2026).

Bank Indonesia Sultra juga mendorong optimalisasi lahan tidur di Kota Kendari agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan produktif guna memperkuat pasokan pangan mandiri di wilayah perkotaan.
Di sektor hilir, BI menyoroti penyediaan infrastruktur pendukung seperti cold storage untuk menjaga kesegaran tangkapan ikan serta mesin pengering padi otomatis bagi para kelompok tani.

Selama ini, proses pengolahan hasil tani yang masih bersifat manual dan bergantung pada cuaca menjadi kendala utama dalam menjaga kualitas serta kontinuitas pasokan pasar.

Program binaan BI Sultra saat ini telah menjangkau berbagai wilayah mulai dari Baruga, Konawe, Kolaka Timur, hingga pengembangan lahan pangan seluas 20 hektar di kawasan pangkalan udara Konawe Selatan.

Sinergi ini juga dipersiapkan untuk menyambut ajang internasional di Kendari, di mana produk UMKM lokal diharapkan mampu tampil dengan kualitas premium di hadapan delegasi dunia.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM pangan dan kerajinan akan difokuskan pada standarisasi mutu agar hasil daerah memiliki daya saing yang tinggi dan memberikan citra positif bagi tamu mancanegara.

Dirinya berharap melalui Rakor Pangan ini, tercipta sirkular ekonomi yang efisien, misalnya melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Kolaborasi lintas daerah antara Kota Kendari, Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur menjadi kunci untuk menutup celah kekurangan pasokan antar wilayah.

Penguatan manajemen stok dan rantai distribusi yang lebih pendek diproyeksikan mampu menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi global. Ys

Dilarang Copy Berita dari Website ini