KENDARI, suarakendari.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengecek dan memantau sejumlah gereja pada malam Ibadah Natal, di Kota Kendari, pada Rabu (24/12/2025).
Forkopimda yang ikut mendampingi Gubernur Sultra dalam pengecekan dan pemantauan Gereja pada malam Ibadah Natal diantaranya, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, Komandan Korem 143/HLO Brigjen Tni Rade Wahyu Sugiarto, Ketua DPRD Sultra, Kejati Sultra, Komandan Pangkalan TNI AU Haluoleo serta Komandan Pangkalan TNI AL Kendari, Kepala BIN Daerah Sultra, serta Kepala Kanwil Kemenag Sultra.
Beberapa gereja menjadi titik kunjungan dan pemantauan, yakni Gereja Ora Et Labora dan Santo Clemens di Kecamatan Mandonga, Gereja Immanuel di Benu-benua dan Gereja Katolik ST Fransiscus Xaverius di Kelurahan Sanua, Kendari Barat.
Selain itu, rombongan juga memantau Pos Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dalam wilayah hukum Polresta Kendari.
Andi Sumangerukka mengapresiasi, kekompakan dari Forkopimda Sultra untuk tetap menjaga kondisi tetap kondusif.
“Ini harus kita apresiasi, kekompakan Polri – TNI, dalam menjaga keamanan tetap kondusif jelang Natal di Provinsi Sultra,” kata Andi Sumangerukka.
Selain itu, juga Gubernur Sultra menjamin kebutuhan sembilan bahan pokok untuk Natal dan Tahun Baru juga aman.
Pemerintah Sultra turut mengantisipasi bencana yang dapat timbul akibat kondisi cuaca yang terjadi saat ini, dengan melakukan koordinasi penanganan.
“Terkait cuaca, ada protapnya, koordinasi jalan baik,” ungkap Gubernur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setiap daerah sudah siap dan logistik untuk masyarakat untuk disalurkan.
Sementara itu, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko mengungkapkan pengamanan berjalan lancar seperti pantauan yang dilakukan, hingga tahun baru nanti.
“Saya lihat sudah optimal dan ibadah lancar, sementara negatif, tidak ada masalah,” harap Kapolda Sultra.
Irjen Pol Didik Agung menambahkan yang menjadi fokus pengamanan adalah terkait gangguan Kamtibmas.
“Semua ingin aman, selama ini kita terbukti aman. Titik-titik kerawan kita kunci, tetapi masyarakat harus banyak membantu, jadi partisipasi masyarakat penting,” sebut Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.











