HeadlinePeristiwa

Waspada ‘Bom Waktu’ Megathrust: BMKG Ingatkan Potensi Gempa M9 dan Tsunami Raksasa

×

Waspada ‘Bom Waktu’ Megathrust: BMKG Ingatkan Potensi Gempa M9 dan Tsunami Raksasa

Sebarkan artikel ini
20251006 093040

JAKARTA, suarakendari.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melontarkan peringatan keras kepada masyarakat Indonesia terkait potensi gempa bumi raksasa akibat aktivitas zona megathrust di sejumlah wilayah. Menurut BMKG, potensi bahaya ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah ancaman yang disebut “tinggal menunggu waktu” untuk melepaskan energi.

Dalam unggahan resminya, BMKG menjelaskan bahwa beberapa segmen megathrust, termasuk di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, telah mengalami periode yang sangat lama tanpa melepaskan energi, sebuah kondisi yang dikenal sebagai seismic gap atau celah seismik. Energi besar yang terkunci ini, jika dilepaskan, berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan dahsyat, bahkan bisa mencapai Magnitudo (M) 9 dan berpotensi menimbulkan tsunami besar.

Dampak dari pelepasan energi ini diperkirakan akan sangat luas, mengancam wilayah pesisir mulai dari Sumatra bagian barat, selatan Jawa, hingga Papua. Secara spesifik, peta PUSGEN 2017 menunjukkan potensi gempa megathrust di selatan Jawa bisa mencapai M8,8.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa peringatan ini bukanlah untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai ajakan nyata agar seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Bahkan, BMKG bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan potensi tsunami di kawasan Banten hingga Lampung bisa mencapai ketinggian 4 hingga 8 meter.

“Bencana memang tak bisa dicegah, tapi dampaknya bisa dikurangi lewat kesiapsiagaan,” tegas Dwikorita.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah pesisir dan rawan gempa diminta untuk segera memahami langkah-langkah penyelamatan dasar, mengenali dan menetapkan jalur evakuasi, serta aktif mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Kesiapan diri, menurut BMKG, adalah kunci untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban.

Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini