Peristiwa

Wagub Sultra Ingatkan ASN tentang Makna Sejarah dan Kecerdasan Emosional

×

Wagub Sultra Ingatkan ASN tentang Makna Sejarah dan Kecerdasan Emosional

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1747621539556

KENDARI, suarkendari.com- Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra untuk merenungkan mendalam makna Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.

Dalam apel gabungan yang berlangsung khidmat, ia menekankan bahwa momentum bersejarah berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 bukan sekadar catatan kelam masa lalu, melainkan tonggak krusial yang membangkitkan bara nasionalisme dan mengobarkan semangat pergerakan kemerdekaan setelah ratusan tahun di bawah cengkeraman kolonialisme.

“Kebangkitan nasional itu bermula dari Budi Utomo di tahun 1908. Ini bukan hanya sekadar lembaran sejarah yang usang, tetapi sebuah panggilan jiwa bagi kita semua untuk kembali menghayati semangat juang para pendahulu bangsa,” ujar Wagub Hugua dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, Wagub Hugua menyoroti bahwa kesuksesan dalam menjalankan roda birokrasi dan berinteraksi dalam kehidupan sosial tidak semata-mata ditentukan oleh keunggulan intelektual.

Ia mengungkapkan sebuah pandangan menarik bahwa proporsi keberhasilan seseorang justru didominasi oleh kecerdasan emosional dan kemampuan membangun relasi yang harmonis, mencapai angka 80%. Sementara itu, kecerdasan teknis atau akademis hanya menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan faktor penentu keberhasilan.

“Seorang insinyur yang brilian, seorang dokter yang ahli, atau seorang pejabat yang cerdas sekalipun, dapat menemui kegagalan jika ia tidak memiliki ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan sekitarnya.

Kepemimpinan itu bukan hanya soal seberapa pintar kita, tetapi juga tentang empati, pemahaman akan sejarah, dan rasa tanggung jawab yang mendalam,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Hugua juga mengingatkan akan esensi pemahaman sejarah dan pentingnya membangun kesadaran kolektif sebagai bagian dari bangsa yang besar. Menurutnya, tanpa fondasi pemahaman sejarah yang kuat, para ASN berpotensi menjadi “manusia robot” yang menjalankan tugas secara mekanistis tanpa menghayati makna luhur dari pelayanan publik.

“Jangan sampai kita terjebak menjadi sekadar pelaksana tugas tanpa memahami esensi dan tujuan di balik pekerjaan yang kita emban. Sejarah memberikan kita arah yang jelas, dan hati nurani yang tulus akan menggerakkan kita untuk melayani dengan sepenuh jiwa,” imbuhnya dengan nada bijak.

Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional esok hari, Wakil Gubernur juga menyampaikan kabar gembira bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan mengumumkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan kinerja terbaik dan tingkat kedisiplinan tertinggi. Langkah ini diambil sebagai wujud apresiasi atas dedikasi serta sebagai pemicu motivasi bagi seluruh jajaran ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Besok, kita akan umumkan SKPD mana yang berhasil meraih predikat terbaik. Saya berharap pengumuman ini akan menjadi cambuk positif bagi seluruh SKPD untuk terus berbenah diri. Ingatlah, disiplin adalah fondasi utama dalam membangun birokrasi yang kuat dan melayani,” tegasnya.

Apel gabungan yang penuh makna ini tidak hanya menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan yang berkobar, tetapi juga menjadi momentum yang berharga untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN serta memperkokoh komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. Semangat Harkitnas diharapkan dapat terus membimbing langkah setiap ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini