KENDARI, suarakendari.com – Gelap malam Kota Kendari kembali diwarnai aksi kekerasan yang merenggut nyawa. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Umum dan Intelkam Polresta Kendari bergerak cepat, berhasil meringkus dua orang terduga pelaku dalam dua kasus berbeda, yakni penikaman di pesta pernikahan yang terjadi beberapa bulan lalu dan penganiayaan yang baru saja merenggut nyawa seorang pengendara motor. Ironisnya, salah satu pelaku yang diamankan masih berusia di bawah umur.
Dua pemuda yang kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Kendari itu masing-masing berinisial S (17 tahun) dan R (20 tahun). S, remaja belia yang terlibat dalam kasus penganiayaan, ditangkap setelah melakukan serangan brutal terhadap tiga orang yang tengah melintas dengan sepeda motor. Peristiwa tragis itu terjadi di depan Kantor Lurah Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Sabtu malam (3/5/2025) sekitar pukul 22.30 WITA.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, dalam konferensi pers yang digelar Senin (5/5/2025), mengungkapkan kronologi yang menyebabkan hilangnya nyawa salah satu korban berinisial SA. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku S mengaku emosi sesaat setelah merasa terganggu oleh abu rokok yang mengenai dirinya dari korban,” jelas AKP Nirwan. Ketersinggungan sepele itu berujung fatal. S yang kalap, menghantam SA dengan helm hingga korban terjatuh dan kepalanya membentur pot bunga yang berada di lokasi kejadian. Luka parah di kepala membuat nyawa SA tak tertolong.
Sementara itu, R (20 tahun) harus berurusan dengan hukum atas dugaan penikaman terhadap seorang pria berinisial FI. Peristiwa berdarah ini terjadi jauh sebelumnya, tepatnya pada 11 November 2024, di tengah ramainya sebuah acara pesta pernikahan. Akibat sabetan senjata tajam yang dilayangkan R, FI mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.
“Kedua terduga pelaku berhasil kami amankan di dua lokasi yang berbeda di wilayah Kota Kendari,” ungkap AKP Nirwan. Kini, keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum.
Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan Polresta Kendari dalam memberantas tindak kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kasus ini juga menjadi pengingat betapa berbahayanya emosi yang tidak terkontrol dan dampaknya yang bisa merenggut nyawa seseorang. Pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman terkait motif dan keterlibatan pihak lain dalam kedua kasus ini. Ys











