KENDARI, suarakendari.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) hari ini menggelar upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025.
Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, upacara ini dilaksanakan di Lapangan MTQ Kendari dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), siswa-siswi, dan berbagai komunitas peduli lingkungan di Sulawesi Tenggara, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Sekda Asrun Lio membacakan pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam pidato tersebut, Menteri Hanif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama mengatasi permasalahan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan.
Data menunjukkan bahwa sampah plastik menyumbang hampir 20% dari total timbulan sampah nasional. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023, hanya 39,01% sampah yang berhasil dikelola dengan baik, sementara sisanya masih mencemari lingkungan.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mengatasi masalah ini, yaitu mencapai pengelolaan sampah 100% pada tahun 2029.
Berbagai strategi telah dirancang untuk mewujudkan target tersebut, termasuk pelarangan sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) open dumping, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di 33 kota besar di seluruh Indonesia, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, serta program edukasi publik dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Menutup sambutannya, Sekda Asrun Lio kembali mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Langkah-langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah rumah tangga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Bumi tidak membutuhkan kita, tapi kita membutuhkan bumi. Mari kita jaga lingkungan demi masa depan yang bersih dan sehat,” tegas Sekda, mengingatkan pentingnya tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian alam. Sk











