KONAWE SELATAN, suarakendari.com– Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal longboat yang membawa tiga orang pemancing di sekitar perairan Tanjung Gomo, Pulau Hari, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), resmi ditutup setelah salah seorang korban berhasil ditemukan.
Korban yang sempat dilaporkan hilang bernama Ridwan Sukri alias Jurit (60), warga Jalan Bunga Kolosua, Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari, ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal KMN Saldi Jaya 05, pada Senin (12/1/2026), sekitar pukul 03.00 wita, di perairan Labuan Beropa, sekitar 2,46 mil laut dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP).
Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan berpegangan pada longboat miliknya yang terbalik. Selanjutnya korban dievakuasi ke RIB tim SAR dan pada pukul 09.33 wita, korban dibawa ke Dermaga Puasana, Moramo Utara, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari Amiruddin mengatakan, dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR kecelakaan kapal tersebut dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
“Korban ditemukan oleh KMN Saldi Jaya 05 dalam kondisi selamat. Dengan demikian operasi SAR resmi ditutup,” ujar Amiruddin.
Diketahui, peristiwa bermula pada Minggu (11/1/2026), sekitar pukul 18.00 wita, saat tiga orang pemancing berangkat menggunakan longboat menuju perairan Tanjung Gomo. Sekitar pukul 20.00 wita, longboat mereka diterjang badai hingga terbalik dan tenggelam.
Dua orang korban, yakni Rizalman (45) dan Herdin (43), warga Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang dan naik ke bagang terdekat. Sementara Ridwan Sukri sempat dilaporkan hilang sehingga dilakukan operasi SAR.
Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain Staf Ops dan Rescuer KPP Kendari, kru KMN Saldi Jaya 05, Polsek Moramo Utara, Babinsa Penambe, aparat Kecamatan Moramo Utara, aparat Desa Puasana, masyarakat sekitar, serta pihak keluarga korban.
Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau berawan dan berpotensi hujan ringan, dengan kecepatan angin 2–9 km/jam dari arah barat daya serta tinggi gelombang sekitar 0,5 meter.











