KENDARI, suarakendari.com-
Dunia bawah laut selalu menyimpan misteri dan keindahan yang menakjubkan, salah satunya adalah keberadaan kima raksasa.
Dua spesies kima yang mencuri perhatian karena keunikan dan status endemiknya adalah Tridacna kimaboe dan Tridacna tevoroa (atau Tridacna mbalavuana).
Kisah penemuan Tridacna kimaboe sendiri cukup menarik, menggambarkan betapa detailnya penelitian yang diperlukan untuk mengidentifikasi spesies baru.
Awal Mula Kebingungan: Kimaboe Dikira Tevoroa
Pada tahun 2010, Tim Konservasi Kima Tolitoli Labengki menemukan kima raksasa di perairan Labengki, Sulawesi Tenggara. Sekilas, kima ini memiliki bentuk cangkang dan ukuran yang mirip dengan Tridacna tevoroa, spesies yang telah lebih dulu ditemukan oleh Profesor John Lucas di Kepulauan Fiji dan Tonga di Samudera Pasifik. Kemiripan ini membuat tim awalnya mengira bahwa kima yang mereka temukan adalah Tridacna tevoroa.
Perbedaan Krusial: Kunci Identifikasi Spesies Baru
Namun, perbedaan signifikan ditemukan pada bentuk daging kedua kima tersebut. Daging Tridacna kimaboe memiliki permukaan yang rata dan mulus, sedangkan daging Tridacna tevoroa terlihat bercorak tutul dan memiliki tonjolan menyerupai penis pada bagian lubang pembuangannya. Perbedaan morfologi daging inilah yang memicu kecurigaan bahwa ini mungkin bukan spesies yang sama.
“Untuk memverifikasi temuan ini, Tim Konservasi Kima Tolitoli Labengki segera menghubungi Profesor John Lucas, seorang ahli spesies kima dari Queensland University, Australia. Profesor Lucas adalah sosok yang pertama kali menemukan Tridacna tevoroa di Kepulauan Fiji dan Tonga,”ungkap Habib Buduha Indra Handari, penggiat konservasi kima Sultra.
Melalui riset bersama yang intensif, pada tahun 2013, Profesor Lucas akhirnya memverifikasi bahwa kima yang ditemukan di Labengki adalah spesies baru dan diberi nama Tridacna kimaboe.
Keunikan Endemik di Dua Sudut Dunia
Penemuan ini menempatkan Tridacna kimaboe dan Tridacna tevoroa sebagai dua spesies kima yang sangat unik di dunia karena status endemiknya. Tridacna tevoroa hanya dapat ditemukan di perairan Kepulauan Fiji dan Tonga di Samudera Pasifik, sementara Tridacna kimaboe secara eksklusif hanya ditemukan di Kepulauan Labengki, Sulawesi Tenggara.
Keberadaan kedua kima raksasa endemik ini menjadi pengingat akan kekayaan biodiversitas laut yang harus terus dijaga. Upaya konservasi sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup spesies-spesies unik ini, yang menjadi indikator kesehatan ekosistem laut kita. Sk











