KENDARI, suarakendari.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar razia dan tes urine di tempat hiburan malam (THM) sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Kali ini, razia dilakukan di THM Exodus yang berada di Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Jumat (17/7/2026) dini hari.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kepala BNNP Sultra Nomor: Sprin/144/VII/KA.PB.01.03/2026/BNNP dan dipimpin langsung Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sultra, AKBP Musliadi Mustafa, selaku pemimpin operasi.
Dalam pelaksanaannya, BNNP Sultra menerjunkan tim terpadu yang melibatkan personel Bidang Pemberantasan dan Intelijen, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas), Tim Rehabilitasi, Humas BNNP Sultra, BNNK Kendari, BIN Daerah Sultra, Polisi Militer TNI AD, serta Propam Polda Sultra.
Sebelum bergerak ke lokasi sasaran, seluruh personel mengikuti apel gelar pasukan di halaman Mako BNNP Sultra sekitar pukul 00.30 Wita. Tim kemudian menuju THM Exodus untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung maupun karyawan.
Selain pemeriksaan identitas, petugas juga melakukan skrining melalui tes urine guna mendeteksi penyalahgunaan narkotika. Sebanyak 96 orang menjalani pemeriksaan menggunakan alat tes narkotika tiga parameter, yakni Methamphetamine (MET), Morphine (MOP), dan Tetrahydrocannabinol (THC).
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif atau tidak terindikasi mengonsumsi narkotika.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, sekitar pukul 03.00 Wita, tim gabungan kembali ke Mako BNNP Sultra untuk melaksanakan analisis dan evaluasi (Anev). Seluruh rangkaian operasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
BNNP Sultra menegaskan akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala sebagai bagian dari strategi pencegahan, pengawasan, serta deteksi dini terhadap potensi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lokasi-lokasi yang dinilai rawan di wilayah Sultra.
Melalui operasi rutin tersebut, BNNP Sultra berharap dapat mempersempit ruang gerak pelaku peredaran gelap narkotika sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. (YUS)











