KENDARI, suarakendari.com – Ruas jalan di kawasan Bundaran Tank, Jalan Martandu, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, mengalami kerusakan setelah menjadi lokasi aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan kelompok mahasiswa selama beberapa malam terakhir.
Kerusakan terlihat pada permukaan aspal yang mengelupas dan berlubang di sejumlah titik. Kondisi tersebut diduga akibat pembakaran ban bekas yang dilakukan massa aksi di tengah jalan saat menyampaikan tuntutannya.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka mengatakan, kerusakan jalan terjadi sebagai dampak dari aktivitas pembakaran ban yang berlangsung selama aksi demonstrasi.
“Beberapa titik ruas jalan di Bundaran Tank mengalami kerusakan akibat pembakaran ban bekas yang dilakukan saat aksi unjuk rasa berlangsung,” ujar Kombes Pol Edwin.
Menurutnya, selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Tidak hanya itu gangguan pernapasan, perekonomian usaha disekitar terganggu akibat asap hitam, sangat menggangu masyarakat yang makan di resto sekitar, bahkan pembeli sepi akbat aksi penyampaian pendapat yang selalu dibarengi bakar ban.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta aksi, untuk tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum.
Kapolresta menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan ketertiban umum dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
Saat ini, kondisi ruas jalan yang rusak tersebut telah menjadi perhatian pihak terkait untuk dilakukan penanganan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya.
Usai massa menyampaikan aspirasinya, personil polri di bantu personil Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari melakukan pemadaman dan pembersihan sisa-sisa ban yang dibakar massa pengunjuk rasa.
Aksi penolakan kenaikan harga BBM di Bundaran Tank Kendari sebelumnya berlangsung dalam beberapa malam terakhir dengan melibatkan sejumlah mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Namun, dampak dari pembakaran ban di lokasi aksi meninggalkan kerusakan pada infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.











