HeadlinePeristiwa

Kadin Se Indonesia Gelar Retret Di Akmil Magelang, Perkuat Konsolidasi Internal untuk Menjadi Pengusaha Pejuang

×

Kadin Se Indonesia Gelar Retret Di Akmil Magelang, Perkuat Konsolidasi Internal untuk Menjadi Pengusaha Pejuang

Sebarkan artikel ini
IMG 20250802 WA0032

JAKARTA, suarakendari.com — Selama empat hari, Kamis (07/08/2025) hingga Minggu (10/08/2025), sekitar 250 pengurus Kadin se-Indonesia akan mengikuti “retret” di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.

Para pengurus terdiri atas ketua umum Kadin Indonesia, para wakil ketua umum koordinator (WKUK), para wakil ketua umum (WKU), para kepala badan (kabadan), para ketua umum Kadin provinsi, anggota luar biasa, pimpinan Dewan Penasihat, pimpinan Dewan Usaha, pimpinan Dewan Kehormatan, pimpinan Dewan Pertimbangan, dan Kadin Alumni Lemhanas. Jika tidak ada perubahan, acara konsolidasi internal Kadin di Lembah Tidar ini direncanakan dibuka Presiden Prabowo Subianto, pada Jumat (8/8/2025).

“Retret ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif anggota Kadin agar menjadi pengusaha pejuang berwawasan kebangsaan dan menjadi mitra aktif pemerintah yang memberikan kontribusi riil kepada bangsa dan negara,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Jumat (1/8/2025).

Sebagai mitra resmi pemerintah, acara retret ini juga menjadi ajang untuk menyelaraskan visi dan kegiatan Kadin dengan kebijakan pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Kadin mengharapkan Presiden membuka acara itu. Apalagi retret adalah sejarah baru bagi Kadin, karena baru pertama kali di gelar oleh Kadin.

“Kita semua tahu betapa padatnya jadwal Bapak Presiden. Ini harapan Kadin dan kami sudah mengirimkan undangan kepada Bapak Presiden,” jelas Anin, panggilan akrab Anindya Novyan Bakrie.

Kondisi ekonomi global dilanda ketidakpastian. Ke depan masalah geopolitik —seperti Perang Israel vs Iran, 7-11 Juni 2025– sulit diprediksi. Perang, kata Anin, bisa meletus kapan saja dan tidak seorang pun bisa membuat prediksi dengan tepat. Kita tidak bisa memastikan gencatan senjata Israel dan Iran akan berlangsung permanen. Demikian pula dengan situasi geopolitik di kawasan dunia lainnya.

Karena itu, kata Anin, pengusaha Indonesia harus tangguh dan memiliki wawasan global.

“Pelaku bisnis harus tahan banting dalam menghadapi semua situasi, sesulit apa pun. Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin sulit, para pelaku bisnis harus bisa mengembangkan usahanya, minimal mampu mempertahankan usaha, tidak ada PHK. “Inilah yang disebut pengusaha pejuang,” ujar Anin.

Retret di Lembah Tidar yang diikuti oleh para pengurus Kadin se-Indonesia adalah sebuah penyegaran dan konsolidasi internal untuk memperkuat keterpaduan gerak bersama guna ikut menyukseskan program pemerintah, mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan pemerataan.

Ada lima tujuan retret para pengurus Kadin di Lembah Tidar, yakni, pertama, meningkatkan wawasan kebangsaan para pemimpin dunia usaha. Kedua, menyelaraskan visi Kadin dengan arah pembangunan nasional. Ketiga, menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa dunia usaha adalah bagian dari sistem pertahanan semesta. Keempat, mendorong kontribusi dunia usaha dalam pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional. Kelima, memperkuat konsolidasi Kadin hingga ke kabupaten dan kota.

“Ini bukan untuk menjadi tentara. Tapi, ada nilai yang dapat dipelajari para pengusaha, yakni semangat juang seperti tentara tempur,” ungkap Anin.

Para peserta retret diberikan berbagai materi ekonomi, politik, dan wawasan kebangsaan. Materi ekonomi berfokus pada empat program quick win gotong royong kadin-pemerintah, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG), Klinik Gotong Royong untuk pemeriksaan kesehatan gratis, Pembangunan Tiga Juta Rumah, termasuk lewat renovasi rumah tak layak huni, dan program Pengiriman Pekerja Migran.

Peserta Kadin tidak hanya diberikan materi tentang upaya meningkatkan investasi dan perdagangan, kedaulatan energi dan kedaulatan pangan, melainkan juga kondisi geopolitik yang kian dinamis dan rumit, wawasan kebangsaan, dan pentingnya menjadi pengusaha pejuang yang menghayati nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pemateri bukan hanya tiga menko bidang ekonomi —Menko Perekonomian, Menko Pangan, dan Menko Infrastruktur— serta sejumlah menteri ekonomi —di antaranya Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Investasi, Investasi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas—, melainkan juga menteri dan pejabat di luar bidang ekonomi. Mereka adalah Menko Polhukam, Menlu, Mendagri, Gubernur Lemhanas, dan Gubernur Akmil. Ada materi tentang Sejarah Perjuangan Indonesia, Lingkungan Strategis, Kewaspadaan Nasional, Ketahanan Nasional, Empat Konsensus Bangsa, dan Manajemen Nasional.

Acara retret akan dijalankan dengan serius. Para peserta diwajibkan mengikuti penuh seluruh kelas dan pada hari terakhir membuat makalah empat halaman.

“Setiap peserta nantinya diberikan sertifikat sebagai tanda lulus retret,” pungkas Anin. Ys

Dilarang Copy Berita dari Website ini