KENDARI, suarakendari.com – Dalam rangka menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) pasca pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Anoa 2025, pada Senin (14/7/2025).
Apel yang berlangsung di lapangan Mapolda Sultra itu dipimpin Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, serta dihadiri Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, dan Danlanud Halu Oleo yang diwakili Dandenpom AU, pejabat utama Polda Sultra, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja.
Apel diikuti oleh ratusan personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, dan PNS Polri sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan operasi terpadu ini.
Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menjelaskan dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, yang tidak diimbangi kesiapan infrastruktur serta kesadaran berlalu lintas masyarakat menjadi latar belakang utama pelaksanaan operasi tersebut.
“Operasi itu mengedepankan penegakan hukum yang humanis dan profesional kepada para pelanggar lalu lintas,” kata Irjen Didik Agung.
Irjen Didik Agung menambahkan pada Operasi Patuh Anoa tahun ini mengangkat tema Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.
“Tema tersebut sangat relevan, dengan semangat kita untuk membangun Indonesia yang maju, aman dan sejahtera, yang mana ketertiban dalam berlalu lintas merupakan cerminan, kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum,” ucapnya.
Kapolda Sultra juga mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini, untuk mempedomani prosedur yang telah ditetapkan, melaksanakan penindakan dengan cara yang simpatik dan humanis.
Sementara itu Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sultra Kombes Pol Argowiyono menyampaikan, beberapa sasaran utama dalam Operasi Patuh Anoa 2025 antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari dua orang, tidak menggunakan helm, mengemudi dalam keadaan mabuk, melawan arus, serta melampaui batas kecepatan.
Operasi Patuh Anoa 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025, dengan melibatkan 324 personel dari Polda Sultra dan seluruh jajaran di wilayah hukum Polda Sultra dan operasi itu dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
“Melalui operasi itu, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat, sehingga terwujud Kamseltibcarlantas yang optimal dan berkelanjutan di wilayah Sultra,” imbuh Dirlantas Polda Sultra. Ys











