Pertanian

Ini Cara Menanam Nilam Agar Hasilnya Melimpah

×

Ini Cara Menanam Nilam Agar Hasilnya Melimpah

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1743860485235

SUARAKENDARI.COM-Harga nilam yang terbilang tinggi kini menjadi primadona petani di Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara. Karenanya menanam nilam bisa menjadi pilihan yang menarik untuk.kamu! Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu Anda lakukan untuk berkebun nilam agar memperoleh hasil yang baik:

1. Persiapan Lahan
* Pemilihan Lokasi: Pilih lahan yang terbuka, cukup mendapatkan sinar matahari, dan memiliki drainase yang baik. Nilam tidak menyukai genangan air.

* Pengolahan Tanah: Lakukan penggemburan tanah dengan cangkul atau traktor hingga kedalaman sekitar 30 cm. Jika tanah liat, tambahkan pasir atau bahan organik (kompos/pupuk kandang) untuk memperbaiki struktur tanah dan drainase.

* Pengaturan pH Tanah: Nilam tumbuh optimal pada tanah dengan pH 5,5–7,0. Jika pH tanah terlalu asam, lakukan pengapuran. Jika terlalu basa, tambahkan bahan organik.

2. Pemilihan Bibit

* Sumber Bibit: Anda bisa mendapatkan bibit nilam dari stek batang tanaman induk yang sehat dan produktif. Pilih batang yang sudah agak tua (tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua) dengan minimal 3-4 ruas.

* Penyemaian (opsional): Jika Anda ingin menanam dalam jumlah besar, Anda bisa menyemai stek terlebih dahulu di polybag atau bedengan persemaian hingga berakar dan bertunas sebelum dipindahkan ke lahan utama. Namun, stek langsung tanam juga umum dilakukan.

3. Penanaman

* Waktu Tanam: Waktu terbaik untuk menanam nilam adalah di awal musim hujan agar bibit mendapatkan pasokan air yang cukup.

* Jarak Tanam: Atur jarak tanam sekitar 75 cm x 75 cm atau 100 cm x 100 cm, tergantung pada kesuburan tanah dan varietas nilam yang Anda tanam. Jarak tanam yang terlalu rapat bisa menghambat pertumbuhan dan sirkulasi udara.
* Cara Tanam: Buat lubang tanam, masukkan stek (pastikan minimal satu atau dua ruas tertimbun tanah), lalu padatkan tanah di sekelilingnya. Siram secukupnya setelah tanam.

4. Pemeliharaan

* Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur, terutama di musim kemarau atau saat tanaman masih muda. Pastikan tanah lembab namun tidak tergenang.

* Penyiangan: Bersihkan gulma secara rutin yang bisa bersaing dengan tanaman nilam dalam mendapatkan nutrisi dan air.

* Pemupukan:

* Pupuk Dasar: Berikan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) saat pengolahan lahan.

* Pupuk Susulan: Berikan pupuk anorganik (misalnya NPK) sesuai dosis anjuran, biasanya setelah tanaman berusia 1-2 bulan dan selanjutnya setiap 2-3 bulan sekali. Sesuaikan dosis dengan kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.

* Pengendalian Hama dan Penyakit:

Pantau tanaman secara rutin untuk mendeteksi serangan hama (misalnya ulat, kutu daun) atau penyakit (misalnya layu bakteri, busuk akar). Lakukan tindakan pengendalian yang tepat, bisa dengan metode organik atau kimiawi jika diperlukan.

5. Panen

* Waktu Panen: Nilam bisa dipanen pertama kali sekitar 6–8 bulan setelah tanam. Panen selanjutnya bisa dilakukan setiap 3–4 bulan sekali.

* Ciri Siap Panen: Daun nilam terlihat rimbun, tebal, dan warnanya hijau tua.
* Cara Panen: Potong batang nilam sekitar 10-15 cm dari permukaan tanah. Hindari mencabut seluruh tanaman. Pemotongan ini akan merangsang pertumbuhan tunas baru.

6. Pasca Panen

* Pelayuan: Setelah dipanen, layukan daun nilam di tempat teduh selama 1–2 hari untuk mengurangi kadar air dan memudahkan proses penyulingan.

* Penyulingan: Ini adalah tahapan terpenting untuk mendapatkan minyak nilam. Daun nilam yang sudah layu kemudian disuling dengan uap air. Proses ini membutuhkan alat penyulingan khusus.

Melihat lokasi Anda di Kendari, Sulawesi Tenggara, pastikan untuk menyesuaikan praktik budidaya dengan iklim dan kondisi tanah setempat. Apakah Anda sudah memiliki lahan yang siap tanam?

Dilarang Copy Berita dari Website ini