Bangun Negeri

Koperasi Merah Putih: Api Harapan Baru untuk Ekonomi Ranowila

×

Koperasi Merah Putih: Api Harapan Baru untuk Ekonomi Ranowila

Sebarkan artikel ini
kop

kpoKONSEL, suarakendari.com– Balai Desa Ranowila, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, hari itu menjadi saksi bisu bersatunya langkah masyarakat dalam membentuk Koperasi Merah Putih. Bukan sekadar entitas ekonomi, koperasi ini diyakini sebagai simbol perjuangan dan harapan akan masa depan ekonomi desa yang lebih cerah.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua BPD Ratna Letifa Elisabeth, didampingi Sekretaris BPD Nuraya dan Ketua BPD Haerudin, menandai titik tolak kebangkitan desa. Ratna Letifa Elisabeth, dengan suara penuh keyakinan, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih adalah sebuah mimpi bersama dan gerakan rakyat untuk mewujudkan kemandirian desa. “Ini adalah tentang martabat, tentang kebersamaan, dan tentang masa depan anak cucu kita,” ujarnya penuh semangat.

Antusiasme terlihat jelas dengan kehadiran berbagai elemen penting, mulai dari Camat Wolasi Bakari, para pendamping desa dan kabupaten, Babinkamtibmas, Babinsa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, hingga warga biasa yang datang membawa harapan besar.

Camat Wolasi Bakari menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Ranowila. Ia menekankan bahwa koperasi adalah jalan terbaik bagi ekonomi kerakyatan dan memastikan dukungan penuh dari pihak kecamatan, baik dari sisi regulasi, pembinaan, maupun pendampingan teknis.

Bakari juga mengungkapkan bahwa dari tujuh desa di wilayahnya, lima telah menyelesaikan Musyawarah Desa, dan Desa Aoma serta Amoito akan menyusul awal pekan depan. Koperasi Merah Putih Ranowila menjadi yang kedua resmi terbentuk setelah Koperasi Desa Mata Wolasi, menunjukkan langkah maju Ranowila dalam mewujudkan ekonomi kolektif.

Diskusi berlangsung hangat, diwarnai berbagai gagasan cemerlang dari warga, mulai dari pengolahan hasil pertanian lokal, usaha simpan pinjam, hingga pemasaran produk UMKM. Harapan senada juga disuarakan oleh tokoh adat yang hadir. “Kami tidak ingin koperasi ini jadi milik segelintir orang. Ini harus menjadi rumah bagi semua warga Ranowila. Milik bersama, dikelola bersama, dan dinikmati hasilnya bersama,” tegas salah satu tokoh adat, menggambarkan esensi kebersamaan.

Koperasi Merah Putih di Ranowila tak hanya lahir dari kebutuhan ekonomi, tetapi dari rahim perjuangan rakyat kecil. Ia tumbuh dari harapan, dikawal oleh semangat gotong royong, dan digerakkan oleh tekad untuk mandiri. Pada hari itu, di Ranowila, bukan hanya sebuah koperasi yang dibentuk, melainkan masa depan yang lebih adil dan sejahtera sedang dipahat bersama.

Dilarang Copy Berita dari Website ini