Bangun NegeriEnvironmentHeadline

Menjemput Perubahan dari Pintu ke Pintu: Wajah Baru Kebersihan di Kelurahan Bende

×

Menjemput Perubahan dari Pintu ke Pintu: Wajah Baru Kebersihan di Kelurahan Bende

Sebarkan artikel ini
IMG 20260402 WA0014

KENDARI, suarakendari.com- Di bawah langit Kota Kendari yang mulai beranjak terik, Muhamad Adi Nias Putra, S.STP., MM, tidak sedang duduk di balik meja empuk kantor lurah. Mengenakan seragam dinasnya, Lurah Bende ini justru terlihat menyusuri lorong-lorong, menyapa warga, dan memastikan sebuah misi besar berjalan lancar: Pilot Project Penjemputan Sampah Rumah ke Rumah.

Ini bukan sekadar program rutin. Ini adalah langkah perdana—sebuah proyek percontohan instruksi Walikota Kendari yang ingin mengubah wajah kota dimulai dari level paling akar, yakni kelurahan.

Memutus Rantai “Sampah Menumpuk”

Selama ini, pemandangan tumpukan sampah di sudut jalan seringkali menjadi masalah klasik perkotaan. Melalui program ini, Pemerintah Kelurahan Bende mencoba memutus rantai tersebut. Petugas kini datang langsung ke depan pintu rumah warga, menjemput kantong-kantong limbah rumah tangga sebelum mereka sempat “berwisata” ke saluran drainase atau pinggir jalan.

“Kami ingin memastikan warga tidak lagi terbebani untuk mencari tempat pembuangan. Kami yang datang menjemput. Tapi tentu, ini butuh kerja sama dua arah,” ujar Adi Nias Putra di sela-sela kegiatannya.

Edukasi bagi Pelaku Usaha: Rapuh Menjadi Rapi

Tak hanya menyasar rumah tangga, sang Lurah bersama jajaran aparat kelurahan juga menyasar nadi ekonomi di wilayahnya: para pelaku usaha.

Di Kelurahan Bende, sosialisasi dilakukan secara persuasif. Para pedagang dan pemilik toko diedukasi mengenai pentingnya pengemasan sampah menggunakan plastik yang kuat dan terikat rapi. Tujuannya sederhana namun krusial: agar sampah tidak tercecer saat diangkut dan meminimalisir aroma tak sedap yang bisa mengganggu kenyamanan pelanggan mereka sendiri.

Mengawal dengan Aksi, Bukan Sekadar Instruksi

Sebagai pemimpin wilayah, Muhamad Adi Nias Putra menegaskan bahwa dirinya tidak akan melepas program ini begitu saja. Ia berkomitmen untuk mengawal langsung setiap tahapannya bersama aparat kelurahan.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pengawalan program ini antara lain:

  • Konsistensi Jadwal: Memastikan petugas penjemput datang tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati.

  • Komunikasi Dua Arah: Membuka ruang laporan bagi warga jika ada area yang terlewatkan.

  • Disiplin Pengemasan: Terus mengedukasi warga agar sampah sudah dalam keadaan terbungkus plastik sebelum dijemput.

Sebuah Himbauan untuk Masa Depan

Program secanggih apa pun akan layu jika masyarakatnya pasif. Oleh karena itu, Adi Nias Putra menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga Bende.

“Dukungan warga adalah energi utama kami. Cukup dengan mengemas sampah secara rapi dan menaruhnya di titik jemput, warga sudah sangat membantu kami mewujudkan Kendari yang lebih asri. Mari kita jadikan Kelurahan Bende sebagai contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil di depan rumah kita sendiri,” pungkasnya optimis.

Kini, setiap deru mesin kendaraan pengangkut sampah di Bende bukan lagi sekadar suara bising, melainkan bunyi harapan untuk lingkungan yang lebih sehat bagi anak cucu nanti. Sk


Dilarang Copy Berita dari Website ini