Bangun NegeriHeadline

Impian Jembatan Buton-Muna Semakin Dekat Menjadi Nyata

×

Impian Jembatan Buton-Muna Semakin Dekat Menjadi Nyata

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1752371703065

KENDARI, suarakendari.com
-Harapan panjang masyarakat Sulawesi Tenggara untuk terhubungnya Pulau Buton dan Pulau Muna melalui sebuah jembatan megah kini semakin menampakkan titik terang. Proyek ambisius ini telah menjadi sorotan utama, dan langkah-langkah konkret menuju realisasinya pun mulai terlihat jelas.

Pada Sabtu, 12 Juli 2025, Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, S.E., didampingi Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., Pj. Sekda Kota Baubau, Drs. Meizat Amril Tamim, M.Si., serta sejumlah pejabat Pemprov Sultra, meninjau langsung lokasi yang dipersiapkan Pemerintah Kota Baubau untuk pembangunan jembatan tersebut, yaitu di Wahorobo, Kelurahan Palabusa.

Peninjauan ini menjadi bukti nyata keseriusan berbagai pihak dalam mewujudkan konektivitas yang telah lama dinantikan.
Dalam keterangan persnya di lokasi, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim menegaskan bahwa pembangunan jembatan Buton-Muna merupakan program prioritas utama dari Pemerintah Pusat dan Gubernur Sultra, ASR.

Sebagai pihak yang diberi amanah untuk mempersiapkan lahan, Pemerintah Kota Baubau telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya secepatnya.

Orang nomor satu di Baubau ini menambahkan bahwa di tahun 2025 ini, proyek jembatan Buton-Muna masih dalam tahap perencanaan, sebelum kemudian berlanjut ke proses teknis. Dengan optimisme, H. Yusran Fahim berharap jika jembatan penghubung ini terealisasi, Buton dan Muna akan dapat saling terhubung erat, membawa dampak positif yang masif, terutama dalam sektor ekonomi, pariwisata, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Kasatker P2JN) Pemprov Sultra, Hengky Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan akhir untuk kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang dijadwalkan tiba pada Sabtu malam (12/07/2025) dan juga akan meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan.

Progres rencana pembangunan jembatan Buton-Muna sendiri masih dalam tahap finalisasi. Hengky Hermawan menekankan bahwa jembatan ini bukanlah jembatan biasa; ini adalah jembatan khusus dengan bentang yang sangat panjang, bahkan berpotensi menjadi jembatan bentang terpanjang di Asia Tenggara. Oleh karena itu, sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2022 tentang Jembatan Khusus, perencanaannya harus mendapatkan persetujuan teknis dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Saat ini proses yang telah terselesaikan adalah pengujian desain jembatan di terowongan angin untuk melihat reaksi struktur jembatan yang dimodelkan terhadap beban angin, yang sudah rampung tahun kemarin. Kemudian, di tahun 2025 ini akan dijadwalkan pemeriksaan kembali terhadap desain yang sudah ada,” ujar Hengky. “Ini merupakan syarat yang sudah tertuang di Permen No. 10 Tahun 2022. Karena ini merupakan jembatan khusus, maka harus diperiksa lagi oleh para ahli jembatan khusus yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang jembatan.”

Mengenai estimasi biaya, Hengky menambahkan bahwa engineering estimate yang diselesaikan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp6,1 triliun. Namun, proyeksi di tahun 2025 menunjukkan kemungkinan peningkatan, sehingga masih perlu dikaji kembali. Setelah desain ini diperiksa dan mendapat persetujuan dari KKJTJ, barulah anggaran persiapan konstruksi akan diusulkan.

Sementara itu, untuk masa pelaksanaan, diperkirakan akan memakan empat tahun anggaran dengan skema anggaran multiyears.
Semoga impian jembatan Buton-Muna segera terwujud, membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di kedua pulau dan sekitarnya. Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini