KENDARI, suarakendari.com — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin langsung Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, pada Selasa (3/6/2025).
Gubernur Sultra menegaskan program MBG bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul, sehat, dan berdaya saing.
Provinsi Sultra memiliki tekad besar untuk menjadi contoh daerah yang sukses dalam menyelenggarakan program MBG, sekaligus menjadi pilot project kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah.
ASR sapaan akrab Gubernur Sultra menyatakan dirinya memimpin langsung pengawasan program itu karena melihat urgensi dan dampaknya terhadap masa depan bangsa.
“Program MBG bukan semata-mata urusan makan. Ini adalah upaya kita bersama untuk membangun generasi emas. Anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, semua adalah prioritas. Kita ingin mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Maka dari itu, saya sendiri yang akan memantau langsung progres pelaksanaan program tersebut di seluruh wilayah di Sultra,” tegas Gubernur ASR.
Gubernur menyampaikan beberapa poin penting, pertama, meminta agar seluruh laporan perkembangan pembangunan dan operasional Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) di Kabupaten/Kota dikirimkan secara rutin dan terjadwal langsung ke Gubernur setiap minggu. Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaan di lapangan terpantau secara terstruktur dan tidak mengalami keterlambatan.
“Mulai minggu depan, saya ingin semua laporan progres SPPG masuk setiap minggu ke meja saya. Tidak boleh ada kabupaten/kota yang tertinggal. Kita semua harus serius dan kerja cepat,” ujar Gubernur.
Kedua, ia memerintahkan Satgas MBG Provinsi untuk segera mengadakan rapat teknis pemetaan lokasi pembangunan SPPG di seluruh wilayah Sultra. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data pusat dan daerah, khususnya dalam hal validasi jumlah penerima manfaat yang saat ini telah mencapai 705.478 jiwa. Gubernur menegaskan bahwa ketepatan data adalah fondasi utama keberhasilan program.
Ketiga, Gubernur menginstruksikan agar instansi terkait segera melakukan komunikasi intensif dengan Koperasi Merah Putih yang menjadi mitra strategis dalam pengadaan pangan bergizi. Menurutnya, kerja sama dengan koperasi tersebut akan menjamin ketersediaan logistik dan memperkuat rantai pasok pangan lokal.
“Saya ingin Sultra menjadi contoh, bagaimana sinergi antar lembaga bisa berjalan baik. Kita punya potensi pangan lokal, kita punya semangat gotong royong, mari kita buktikan bahwa kita bisa bergerak bersama demi kebaikan anak-anak kita,” ungkap ASR.
Dalam sesi diskusi, Gubernur merespons cepat berbagai laporan dari para pihak. Saat mendengar Danlanud Haluoleo telah menyiapkan satu titik lokasi untuk SPPG dengan kapasitas ribuan siswa, Gubernur menyampaikan apresiasi dan meminta percepatan eksekusi. Kepada Kadin Sultra yang telah mengusulkan 51 titik SPPG dan delapan telah disetujui, Gubernur menyatakan dukungannya untuk perluasan titik baru.
Ia juga meminta kepada Kanwil Kemenag agar memastikan tidak ada pihak ketiga yang menarik dukungan di tengah jalan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kepada BKKBN Sultra, ia menginstruksikan agar segera melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam menyempurnakan data kelompok rentan non peserta didik.
Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama BGN RI, Dr. Nyoto Suwigno, dalam paparannya menyampaikan program MBG menyasar dua kelompok besar yaitu peserta didik dan non peserta didik. Kelompok peserta didik meliputi anak-anak PAUD, siswa SD hingga SMA/SMK/MA, termasuk santri dan siswa SLB. Sementara non peserta didik meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi, prestasi belajar, kesejahteraan petani dan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Deputi juga menjelaskan setiap SPPG akan dikelola oleh satu kepala SPPG, satu akuntan, satu ahli gizi, dan 47 tenaga penjamah makanan lokal. Semua petugas direkrut secara profesional dan diberi pelatihan sesuai standar nasional. Ys











