KENDARI, suarakendari.com – Tim Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari bersama Tim Opsnal Polsek Poasia berhasil mengamankan dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di puluhan lokasi berbeda.
Kedua pelaku masing-masing berinisial RA (34) dan JA (19).
Satu pelaku yakni JA, diketahui merupakan seorang oknum mahasiswa.
Keduanya ditangkap pada Minggu (19/4/2026) dinihari, sekitar pukul 03.30 Wita di Jalan Laode Hadi, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Kapolsek Poasia, AKP Ismunandar mengungkapkan, penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari laporan korban berinisial RI, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Kendari.
“Peristiwa pencurian itu terjadi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Korban saat itu memarkir sepeda motor jenis Yamaha Aerox di depan Apotek Irfana dan masuk ke dalam apotek tanpa mencabut kunci kontak,” jelas AKP Ismunandar, pada media, Minggu (19/4/2026).
Sekitar 40 menit kemudian, korban menyadari kunci motornya tidak ada. Saat kembali ke lokasi parkir, kendaraan tersebut sudah hilang.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan ditemukannya bukti permulaan yang cukup, tim gabungan kemudian melakukan pencarian terhadap para pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan.
“Saat proses penangkapan, pelaku RA sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur,” tegas Kapolsek.
Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan satu unit Yamaha Aerox.
AKP Ismunandar menambahkan, berdasarkan hasil interogasi, pelaku RA diketahui telah melakukan aksi curanmor di 18 tempat kejadian perkara (TKP), sementara pelaku JA mengaku terlibat dalam 30 TKP di wilayah hukum Kota Kendari.
“Modus yang digunakan pelaku adalah mengincar kendaraan yang tidak menggunakan kunci ganda,” tambahnya.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Poasia, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain serta jaringan yang terlibat. Ys











