Seputar PendidikanHeadline

Dikbud Sultra Kumpulkan Seluruh Kepsek, Bahas Percepatan Kinerja Pendidikan

×

Dikbud Sultra Kumpulkan Seluruh Kepsek, Bahas Percepatan Kinerja Pendidikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260211 WA0006

KENDARI, suarakendari.com— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat koordinasi seluruh kepala sekolah SMA, SMK, SLB negeri dan swasta se-Sultra, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini digelar sebagai langkah menyikapi dinamika dunia pendidikan di daerah tersebut sekaligus mempercepat kinerja sektor pendidikan.

Rakor yang dipusatkan di Aula Dikbud Sultra itu, diikuti koordinator delapan Kantor Cabang Dinas (KCD) serta para kepala sekolah secara daring dan luring. Sejumlah kepala sekolah di sekitar Kota Kendari hadir langsung di lokasi kegiatan.

Kepala Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum mengatakan, rapat koordinasi itu menjadi bagian dari evaluasi terukur atas perubahan yang cepat dan variatif di dunia pendidikan.

“Dinamika yang cepat dan variatif ini sebagai pimpinan kita harus melakukan evaluasi secara terukur dan tepat,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Tenggara terkait percepatan kinerja pendidikan di daerah.

Salah satu poin utama yang dibahas yakni optimalisasi pembangunan Sekolah Garuda. Saat ini Sultra mendapat alokasi satu Sekolah Garuda yang dibangun di Konawe Selatan dan dijadwalkan mulai beroperasi Juli 2026.

Aris menyoroti tingginya minat calon siswa dari luar Kota Kendari. Ia berharap rekrutmen tenaga pendidik berjalan seimbang agar program ini bisa dimaksimalkan.

“Malah yang mendaftar lebih banyak dari luar Kendari. Kami berharap pendaftaran tenaga pendidik juga harus seimbang. Sekolah Garuda ini menjadi peluang besar yang kita sambut,” katanya.

Selain itu, Dikbud menekankan pentingnya sistem pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sekolah diminta mengoptimalkan pengisian data daring untuk memantau kondisi kesehatan siswa, termasuk alergi dan intoleransi makanan.

“Agar tak ada lagi anak-anak kita yang keracunan. Melalui data itu kita bisa mengetahui kondisi siswa yang memiliki alergi atau intoleransi makanan tertentu,” kata Aris.

Ia juga menyoroti rendahnya respons sejumlah sekolah terhadap survei kementerian. Menurutnya, pengisian survei yang minim menghambat evaluasi program.

“Kadang survei diisi hanya 30 persen. Responlah secara cepat. Kalau ada masalah segera melaporkan agar kami bisa mengevaluasi cepat,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, Dikbud juga mendorong sekolah menyukseskan program kementerian, termasuk kampanye tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang dapat dikaitkan dengan kearifan lokal.

Aris menilai guru memiliki ruang untuk berkreasi dalam mengintegrasikan program karakter dengan budaya lokal yang positif.

Di sisi anggaran, ia mengingatkan pentingnya efektivitas pemanfaatan dana hibah dan peluang program nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kita berharap sekolah lebih aktif memantau dan mengajukan usulan program, karena kementerian sudah aktif mensosialisasikan program pusat,” ujarnya.

Sultra juga mendapat alokasi besar dana revitalisasi sekolah. Beberapa daerah pelosok seperti Kolaka Utara dan Wakatobi menerima pembangunan fasilitas tambahan dan infrastruktur pendidikan. Sejumlah sekolah bahkan telah menyerap dana revitalisasi hingga 100 persen.

Pasca revitalisasi, sekolah diminta menjaga kebersihan lingkungan, terutama fasilitas vital seperti kamar mandi. Sekolah juga didorong mengampanyekan budaya bersih kepada masyarakat sekitar.

“Misalnya melalui spanduk atau iklan kecil mengenai kebersihan dengan kata-kata edukatif, sopan, dan mencerminkan masyarakat terpelajar,” kata Aris.

Selain aspek akademik, Dikbud menekankan pentingnya kesehatan mental siswa. Aris mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan psikolog dan perguruan tinggi untuk memperkuat pendidikan psikologi di sekolah.

“Membina mental anak didik menjadi keharusan. Salah satu jalannya melalui psychology education,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi penguatan sinergi antara Dikbud dan seluruh satuan pendidikan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Sultra.

Dilarang Copy Berita dari Website ini