PeristiwaHeadline

Demonstrasi ’25 Agustus’ Ricuh, Polisi Bubarkan Massa Penolak Tunjangan Anggota DPR

×

Demonstrasi ’25 Agustus’ Ricuh, Polisi Bubarkan Massa Penolak Tunjangan Anggota DPR

Sebarkan artikel ini
20250825 164354

JAKARTA, suarakendari.com – Demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, pada Senin (25/08), berakhir ricuh setelah aparat kepolisian berusaha membubarkan massa.

Aksi yang dikenal sebagai ‘Demo 25 Agustus’ ini dilatarbelakangi oleh penolakan terhadap gaji dan tunjangan anggota DPR yang dinilai terlalu tinggi, bahkan dikabarkan bisa mencapai lebih dari Rp100 juta.

Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 12.45 WIB. Aparat kepolisian menembakkan gas air mata dan semprotan air dari kendaraan taktisnya untuk menghalau kerumunan massa yang semakin mendekat ke arah gedung DPR.

Namun, para demonstran tidak mundur begitu saja. Mereka berusaha bertahan dan melakukan perlawanan, menjadikan situasi semakin memanas.

Hingga pukul 13.30 WIB, ketegangan masih terjadi. Polisi terus berupaya mendorong massa menjauh dari area gedung parlemen. Di sisi lain, para pengunjuk rasa tetap bertahan, menunjukkan kegigihan mereka dalam menyuarakan aspirasi.

Tidak hanya di depan gedung utama, aksi serupa juga terjadi di bagian belakang gedung DPR. Sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok massa baru tiba dan berkumpul di pintu belakang. Situasi ini pun dengan cepat direspons oleh pihak kepolisian yang segera berusaha membubarkan kerumunan tersebut.

Demonstrasi ini menjadi cerminan dari kegelisahan publik terkait besaran gaji dan tunjangan para wakil rakyat. Banyak warga merasa bahwa alokasi anggaran untuk para pejabat tersebut tidak sebanding dengan kondisi ekonomi masyarakat, terutama di tengah isu-isu kesejahteraan yang belum sepenuhnya teratasi. Sk

Dilarang Copy Berita dari Website ini