HeadlineHukum

Respons Cepat Polda Sultra, Sembilan Terduga Pelaku Pengeroyokan dan Perusakan di Tugu Religi Eks MTQ Diamankan

×

Respons Cepat Polda Sultra, Sembilan Terduga Pelaku Pengeroyokan dan Perusakan di Tugu Religi Eks MTQ Diamankan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260604 WA0013

KENDARI, suarakendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bergerak cepat menangani kasus pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan yang terjadi di kawasan pedestrian Eks MTQ atau Tugu Religi Sultra, Kota Kendari, Selasa (2/6/2026) dini hari.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kombes Pol Wisnu Wibowo mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat Unit Reaksi Cepat (URC) Ditreskrimum menerima laporan masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yang melakukan aksi pengancaman terhadap warga di sekitar lokasi kejadian.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan perlindungan kepada warga yang merasa terancam,” ujar Kombes Pol Wisnu, pada media saat menggelar konferensi pers, pada Kamis (4/6/2026).

Namun, sekitar 30 menit kemudian situasi kembali memanas. Saat petugas masih berada di lokasi, datang sekelompok pemuda berjumlah sekitar 15 hingga 20 orang dengan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap warga yang berada di kawasan pedestrian, bahkan mengarah kepada petugas yang sedang melaksanakan tugas pengamanan.

Akibat kejadian itu, sejumlah warga menjadi korban. Salah seorang di antaranya mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Melihat kondisi yang semakin berbahaya, petugas memprioritaskan penyelamatan masyarakat dan korban yang berada di lokasi. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan perawatan intensif.

Selain melakukan evakuasi, aparat kepolisian juga berupaya mengendalikan situasi dengan menghalau kendaraan yang digunakan para pelaku serta mengumpulkan informasi terkait identitas dan keberadaan kelompok tersebut.

Usai melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian. Meski demikian, berkat respons cepat dan penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sultra, keberadaan para pelaku berhasil diidentifikasi hanya beberapa jam setelah peristiwa berlangsung.

Polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya.

Pada hari yang sama, tujuh orang lainnya berhasil diamankan. Hingga kini, total sembilan orang telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa berbagai jenis senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan tersebut.

Polda Sultra masih terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap motif para pelaku serta menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Polisi juga belum dapat memastikan apakah kelompok yang diamankan merupakan bagian dari geng motor sebagaimana informasi yang beredar di tengah masyarakat.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait motif dan keterlibatan para pelaku. Seluruh informasi yang berkembang akan kami verifikasi melalui proses penyidikan,” tutup Dir Reskrimum Polda Sultra.

Sebagai langkah preventif, Polda Sultra juga akan meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan, khususnya pada malam hingga dini hari.

Patroli akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda guna mencegah terulangnya aksi serupa. Ys

Dilarang Copy Berita dari Website ini