BUTENG, suarakendari.com-
“Banyak berjalan, banyak melihat,” demikian petuah bijak dari para leluhur. Kali ini, langkah kaki membawa kita menelusuri keindahan tersembunyi di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Muna dan Buton Tengah. Dua permata wisata yang akan kita sambangi adalah Gua Kafokotiu di Desa Bone Tondo, Muna, dan Danau Biru yang memesona di salah satu desa di Buton Tengah.
Perjalanan menuju Gua Kafokotiu menghadirkan sensasi petualangan yang mendebarkan. Menyusuri lorong-lorong gua yang gelap dan misterius, mata kita akan dimanjakan oleh formasi stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan, terbentuk selama ribuan tahun oleh tetesan air yang tak pernah lelah. Cahaya senter menari-nari di dinding gua, mengungkap keindahan alam yang tersembunyi dari hiruk pikuk dunia luar.
Tak jauh dari Muna, di Buton Tengah, sebuah keajaiban lain menanti: Danau Biru. Sesuai namanya, danau ini menyuguhkan pemandangan air yang berwarna biru jernih, kontras dengan hijaunya pepohonan di sekelilingnya. Suasana tenang dan damai yang menyelimuti danau ini menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam yang masih alami.
Menariknya, pengelolaan kedua objek wisata ini sepenuhnya ditangani oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, dengan memanfaatkan Dana Desa. Ini adalah contoh nyata bagaimana sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal. Dengan pengelolaan yang baik, profesional, dan berkelanjutan, potensi wisata daerah dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kisah sukses Gua Kafokotiu dan Danau Biru ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Bahwa dengan kemauan dan pengelolaan yang tepat, setiap desa memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisatanya sendiri, memberdayakan masyarakat, dan melestarikan keindahan alamnya.
Jadi, mari kita terus berjalan dan melihat, karena di setiap sudut negeri ini tersimpan keindahan dan kearifan lokal yang patut untuk kita kagumi dan lestarikan. Perjalanan ke Gua Kafokotiu dan Danau Biru adalah bukti nyata dari pepatah lama: “Banyak berjalan, banyak melihat,” dan kali ini, kita melihat potensi besar pariwisata desa yang membanggakan. (Sura)











