SIDRAP, suarakendari.com – Kejadian mengerikan mengguncang warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Seorang nenek bernama Hasia (66) ditemukan tewas setelah menjadi korban serangan ular piton berukuran raksasa di tengah hutan. Peristiwa tragis ini terungkap setelah keluarga korban merasa curiga karena Hasia tak kunjung pulang dari kebun seperti biasanya.
Menurut keterangan anak korban, Nurdin, ibunya biasa pulang dari kebun sekitar pukul 10 pagi. Namun, pada hari kejadian, Hasia tak kunjung kembali hingga tengah hari. Merasa khawatir, Nurdin dan keluarga lainnya memutuskan untuk mencari Hasia di hutan.
“Biasanya kalau ke kebun jam 10 pagi sudah pulang, tetapi sampai tengah hari ibu belum juga pulang. Kami mulai curiga, lalu bersama keluarga mencari ke hutan,” ujar Nurdin.
Pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar akhirnya membuahkan hasil. Mereka menemukan seekor ular piton dengan ukuran yang sangat besar, sekitar 8 meter, dengan kondisi perut yang mengembung. Kecurigaan pun muncul bahwa ular tersebut telah menelan Hasia.
Evakuasi Jasad Korban
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat warga berupaya mengeluarkan jasad Hasia dari dalam perut ular piton tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan cara membelah perut ular menggunakan parang. Setelah berhasil dibelah, jasad Hasia ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kejadian ini sontak membuat warga sekitar gempar dan ketakutan. Mereka khawatir kejadian serupa akan terulang kembali. Pihak berwenang setempat telah mengambil tindakan untuk menginvestigasi kejadian ini dan memberikan imbauan kepada warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar hutan.
Kejadian serupa pernah terjadi di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggaratahun 2022 silam dimana ular piton memangsa seorang nenek di sebuah kebun milik korban. Korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam perut piton.
Kejadian tragis yang menimpa nenek Hasia ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap bahaya yang mungkin mengintai di sekitar kita, terutama saat beraktivitas di alam bebas. Sk/Bs