SUARAKENDARI.COM-Bagi pencinta buah durian tentu buah durian musangking adalah primadona. Selain wangi, buahnya pun manis legit. Tak heran jika harga buah durian satu ini di pasaran cukup tinggi. Nah bagi kamu yang ingin menanam bibit durian musangking berikut adalah beberapa tips menanam durian Musangking yang perlu Anda perhatikan, terutama disesuaikan dengan kondisi di Indonesia:
1. Pemilihan Bibit Unggul:
* Pastikan Keaslian Bibit: Beli bibit dari penjual atau pembibit terpercaya yang dapat menjamin keaslian bibit Musang King. Perhatikan ciri-ciri bibit Musang King yang baik, seperti bentuk daun, batang yang kokoh, dan sambungan okulasi yang kuat (jika bibit hasil okulasi).
* Pilih Bibit Sehat: Hindari bibit yang menunjukkan tanda-tanda penyakit atau hama, serta pertumbuhan yang kerdil.
* Pertimbangkan Ukuran Bibit: Bibit dengan tinggi sekitar 50 cm – 1 meter umumnya lebih mudah beradaptasi.
2. Persiapan Lahan:
* Lokasi yang Tepat: Pilih lahan yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari. Durian Musang King membutuhkan banyak sinar matahari untuk fotosintesis dan pembungaan.
* Drainase yang Baik: Pastikan lahan memiliki drainase yang baik dan tidak mudah tergenang air. Tanah yang terlalu lembab dapat menyebabkan akar busuk. Jika lahan Anda cenderung becek, buatlah bedengan atau sistem drainase.
* Jenis Tanah: Tanah yang ideal adalah lempung berpasir, gembur, dan kaya akan bahan organik. pH tanah yang optimal adalah antara 6.0 – 7.0.
* Pengolahan Tanah: Bersihkan lahan dari gulma, semak belukar, dan sisa-sisa tanaman lain. Gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak.
* Pembuatan Lubang Tanam: Buat lubang tanam dengan ukuran minimal 50x50x50 cm atau lebih besar, tergantung ukuran bibit. Biarkan lubang terbuka selama 2-3 hari agar terkena sinar matahari dan mengurangi risiko bakteri atau jamur patogen.
* Pupuk Dasar: Campurkan pupuk kandang yang sudah matang atau kompos ke dalam lubang tanam. Anda juga bisa menambahkan sedikit pupuk TSP untuk merangsang pertumbuhan akar.
3. Penanaman:
* Waktu Penanaman: Waktu terbaik untuk menanam durian adalah pada awal musim hujan, sehingga bibit mendapatkan cukup air untuk pertumbuhan awal.
* Cara Menanam:
* Lepaskan bibit dari polybag dengan hati-hati agar akar tidak rusak.
* Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, pastikan bagian sambungan okulasi (jika ada) berada di atas permukaan tanah.
* Timbun kembali lubang dengan campuran tanah galian dan pupuk dasar. Padatkan tanah secara perlahan di sekitar pangkal batang.
* Buatlah gundukan kecil di sekeliling batang untuk menahan air saat penyiraman.
* Siram bibit dengan air secukupnya setelah penanaman.
* Pasang ajir (penyangga) untuk menopang bibit agar tidak mudah roboh oleh angin. Ikat batang bibit pada ajir dengan tali yang longgar.
* Berikan naungan sementara pada bibit yang baru ditanam, terutama pada saat cuaca panas ekstrem, selama beberapa minggu hingga bibit terlihat segar dan mulai tumbuh.
4. Perawatan Setelah Penanaman:
* Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada musim kemarau. Perhatikan kelembaban tanah, jangan sampai terlalu kering atau terlalu basah. Frekuensi penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca dan jenis tanah.
* Pemupukan: Berikan pupuk secara teratur sesuai dengan usia dan fase pertumbuhan tanaman. Gunakan pupuk yang seimbang antara unsur N, P, dan K pada fase vegetatif (pertumbuhan daun dan batang). Saat memasuki fase generatif (pembungaan dan pembuahan), berikan pupuk dengan kandungan P dan K yang lebih tinggi. Pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos sangat baik untuk menjaga kesuburan tanah jangka panjang.
* Pengendalian Gulma: Bersihkan gulma secara rutin di sekitar tanaman durian karena gulma dapat menjadi pesaing dalam mendapatkan nutrisi dan air.
* Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengamatan rutin terhadap adanya hama dan penyakit. Lakukan tindakan pengendalian yang tepat jika ditemukan serangan, bisa secara manual, menggunakan pestisida organik, atau pestisida kimia jika diperlukan (dengan dosis dan cara aplikasi yang benar). Beberapa hama dan penyakit umum pada durian antara lain penggerek batang, kutu daun, dan penyakit busuk akar.
* Pemangkasan: Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman yang baik, membuang cabang-cabang yang tidak produktif, dan meningkatkan sirkulasi udara serta penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman. Pemangkasan juga penting untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.
* Penyerbukan (Jika Diperlukan): Meskipun bunga durian umumnya dapat melakukan penyerbukan sendiri atau dibantu oleh serangga malam seperti kelelawar, pada beberapa kondisi, penyerbukan buatan mungkin diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan.
5. Masa Panen:
* Durian Musang King umumnya mulai berbuah pada usia 4-6 tahun setelah penanaman dari bibit okulasi.
* Tanda-tanda buah durian siap panen antara lain duri yang lebih tumpul, garis di antara duri yang lebih jelas, tangkai buah yang mudah dipatahkan, dan aroma yang kuat.
Tips Tambahan:
* Mulsa: Berikan mulsa organik di sekitar pangkal batang untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menjaga suhu tanah.
* Konsultasi: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petani durian yang berpengalaman atau petugas penyuluh pertanian di daerah Anda untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Dengan mengikuti tips-tips di atas dan melakukan perawatan yang baik, Anda akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil menanam durian Musangking di Kendari dan menikmati hasilnya di kemudian hari. Selamat mencoba!