KONAWE, suarakendari.com– Mentari menyinari hamparan sawah hijau di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe. Di tengah riuhnya tawa dan obrolan para petani, sosok Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Gubernur Sulawesi Tenggara, hadir membawa semangat baru.
Senin kemarin (26/5), ia tak hanya sekadar menghadiri panen raya padi sawah, namun juga menyiratkan pesan mendalam: petani harus “naik kelas” dan menjadi profesi yang membanggakan, terutama bagi generasi muda.
Bukan tanpa alasan Gubernur Sumangerukka begitu vokal. Di tengah deretan karung-karung padi yang menggunung, ia melihat lebih dari sekadar komoditas pangan. Ia melihat dedikasi, kerja keras, dan denyut nadi ketahanan pangan daerah.
“Hal ini menjadi inspirasi bahwa petani juga harus bisa naik kelas dan menjadi profesi dambaan, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya, suaranya terdengar optimis di antara senyum sumringah para petani.
Visi ini bukan sekadar retorika. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen penuh untuk memuliakan profesi petani.
Tak hanya sebagai pahlawan di balik ketahanan pangan, namun juga sebagai profesi yang menjanjikan, bahkan menginspirasi. Bayangkan, anak-anak muda kini tak hanya bermimpi menjadi dokter atau insinyur, tetapi juga bangga menggeluti bidang pertanian, menghidupkan lahan, dan menopang negeri.
Apresiasi khusus juga dilayangkan Gubernur kepada Pemerintah Daerah Konawe. Dedikasi mereka dalam mendukung agenda pangan daerah dianggap sebagai contoh yang patut ditularkan ke seluruh wilayah Sultra.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Kabupaten Konawe sebagai salah satu sentra produksi pangan unggulan di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya, menggarisbawahi peran vital Konawe.
Panen raya di Mataiwoi bukan hanya tentang angka tonase atau produktivitas. Ini adalah tentang harapan, tentang pengakuan, dan tentang masa depan pertanian yang lebih cerah di Sulawesi Tenggara.
Saat Gubernur Andi Sumangerukka berinteraksi dengan para petani, tergambar jelas bahwa “naik kelas” bagi petani bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah komitmen yang sedang diwujudkan bersama.
Senyum para petani di Konawe hari itu adalah bukti nyata bahwa upaya memuliakan profesi mereka mulai berbuah manis. Sk











