SUARAKENDARI.COM – Ribuan warga Korea Selatan memadati jalanan ibu kota Seoul pada Sabtu (5/4/2025) untuk menggelar aksi unjuk rasa mendukung mantan Presiden Yoon Suk Yeol. Aksi ini merupakan respons atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memakzulkan Yoon sehari sebelumnya, Jumat (4/4/2025), terkait dengan upayanya memberlakukan darurat militer pada Desember 2024.
Meskipun hujan mengguyur kota Seoul, semangat para pendukung Yoon tidak surut. Mereka meneriakkan berbagai slogan yang mengecam keputusan pemakzulan dan menolak wacana pemilu darurat yang mungkin terjadi setelah lengsernya Yoon. Para demonstran menilai keputusan MK sebagai sebuah ancaman serius terhadap pilar demokrasi di Korea Selatan.
Gelombang dukungan ini muncul di tengah suasana yang terbelah di masyarakat Korea Selatan. Sehari sebelumnya, sebagian warga merayakan keputusan pemakzulan Yoon dengan luapan emosi dan harapan akan perubahan. Namun, di sisi lain, kelompok konservatif menyuarakan kekhawatiran mendalam. Mereka menilai bahwa pemakzulan Yoon dan potensi kemenangan oposisi dalam pemilu mendatang dapat mengarah pada sistem pemerintahan komunis di Korea Selatan.
Yoon Suk Yeol sendiri dalam pernyataan publiknya membela tindakan kontroversialnya memberlakukan darurat militer. Ia berdalih bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk melindungi negara dari potensi infiltrasi dan ancaman dari Korea Utara. Namun, Mahkamah Konstitusi dalam putusannya menilai bahwa tindakan Yoon tersebut merupakan ancaman serius terhadap stabilitas nasional dan konstitusi negara.
Situasi politik Korea Selatan kini semakin memanas menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada Juni 2025. Pemimpin partai oposisi, Lee Jae-myung, diprediksi menjadi kandidat terkuat dalam pemilu mendatang. Lee dikenal dengan pendekatannya yang lebih terbuka dan damai terhadap Korea Utara, sebuah kebijakan yang sangat kontras dengan garis keras yang selama ini dianut oleh Yoon Suk Yeol.
Aksi demonstrasi besar-besaran pendukung Yoon ini menjadi indikasi kuat akan polarisasi politik yang mendalam di Korea Selatan. Dampak dari pemakzulan Yoon dan hasil pemilu mendatang diperkirakan akan membawa perubahan signifikan dalam arah kebijakan dalam negeri dan luar negeri Korea Selatan, terutama dalam hubungannya dengan negara tetangga di utara. SK