
SUARAKENDARI.COM-Meta kembali membuat gebrakan di dunia teknologi. Sang CEO, Mark Zuckerberg, secara resmi merekrut Alexandr Wang, seorang pakar kecerdasan buatan (AI) berusia 27 tahun yang juga pendiri startup Scale AI. Langkah strategis ini mengindikasikan ambisi besar Meta untuk memperkuat posisinya dalam perlombaan AI yang semakin sengit.
Wang, yang baru berusia 27 tahun, bukan sosok asing di kancah teknologi. Ia adalah putra imigran China yang bekerja sebagai fisikawan di Laboratorium Nasional Los Alamos. Kecintaannya pada matematika dan pemrograman komputer sudah terlihat sejak dini.
Setelah menempuh pendidikan di SMA Los Alamos, ia sempat merantau ke Silicon Valley dan bergabung sebagai software engineer di perusahaan manajemen Addepar. Tak hanya itu, Wang juga sempat mengasah kemampuannya di Quora sebagai programmer software. Meskipun sempat kuliah di Institut Teknologi Massachusetts, ia memilih untuk tidak menyelesaikannya demi mengejar passion-nya di dunia startup.
Menariknya, Wang adalah sahabat karib Sam Altman, salah satu pendiri dan CEO OpenAI. Mereka bahkan sempat tinggal sekamar selama puncak pandemi COVID-19. Kedekatan ini tentu menjadi nilai tambah, mengingat OpenAI adalah salah satu pemain kunci dalam pengembangan AI generatif.
Kekayaan Wang sendiri tidak main-main. Forbes mengestimasi hartanya saat ini mencapai USD 3,6 miliar atau sekitar Rp58 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan betapa suksesnya Wang dengan Scale AI.
Wang telah mengumumkan kepada karyawannya di Scale AI bahwa ia akan meninggalkan perusahaan yang telah dibangunnya sejak 2016 itu untuk bergabung dengan Meta. Keputusan ini diikuti dengan suntikan investasi besar dari Meta.
Meta akan mengucurkan USD 14,3 miliar atau sekitar Rp233 triliun ke Scale AI dan akan mengakuisisi 49% sahamnya. Meskipun demikian, Meta tidak akan memiliki hak voting dalam operasional Scale AI.
Scale AI sendiri telah membuat gebrakan signifikan di era AI generatif. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia solusi untuk menyiapkan data berkualitas tinggi yang digunakan raksasa teknologi seperti OpenAI, Google, dan Microsoft untuk melatih model AI mutakhir mereka.
Dengan keahlian Wang dan dukungan finansial serta strategis dari Meta, potensi pengembangan AI Meta diprediksi akan semakin melesat.
Kehadiran Alexandr Wang di Meta tentu menjadi sorotan. Pertanyaannya, terobosan apa lagi yang akan diciptakan Meta dengan gabungan talenta AI terkemuka ini? Hanya waktu yang akan menjawab. Sk











