Peristiwa

Kendari Didera Tumpukan Sampah Pasca Lebaran

×

Kendari Didera Tumpukan Sampah Pasca Lebaran

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1742365883009

KENDARI, suarakendari.com- Pemandangan kurang sedap menghiasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Kendari pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri. Tumpukan sampah terlihat berserakan dan menggunung di pinggir jalan, menimbulkan bau tidak sedap dan merusak estetika kota.

Pantauan di beberapa lokasi seperti Jalan Patimura, Kecamatan  Puwatu, Jalan La Ode Hadi, dan Jalan Brigjen Katamso menunjukkan bahwa sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga seperti sisa makanan, kemasan plastik, dan kardus bekas, belum terangkut selama tiga hari terakhir.

Menurut keterangan sejumlah warga, kondisi ini disebabkan oleh banyaknya petugas kebersihan yang masih belum kembali bertugas usai melaksanakan mudik lebaran. “Sudah tiga hari ini sampah tidak diangkut. Biasanya setiap hari ada petugas yang lewat, tapi ini tidak kelihatan sama sekali,” ujar Wati, seorang pedagang di Jalan Patimura, Sabtu (5/4/2025).

Kondisi ini tentu menimbulkan keluhan dari masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan dan menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit. “Kami khawatir ini bisa jadi sarang lalat dan nyamuk. Apalagi sekarang musim pancaroba,” keluh Rahmat, warga yang tinggal di sekitar Jalan La Ode Hadi.

Pihak Dinas Kebersihan Kota Kendari hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan ini. Namun, masyarakat berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah sampah ini, mengingat pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, terutama setelah perayaan hari besar seperti Idul Fitri yang biasanya menghasilkan volume sampah yang lebih banyak.
Warga juga berharap agar ke depannya, pihak terkait dapat mengantisipasi lonjakan sampah pasca lebaran dengan mengatur jadwal pengangkutan yang lebih efektif, meskipun banyak petugas yang sedang cuti atau mudik. Penumpukan sampah yang terus berlanjut dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat Kota Kendari. SK