SUARAKENDARI.COM – Bulan April kembali menjadi saksi bisu keperkasaan timnas muda Indonesia atas salah satu kekuatan sepak bola Asia, Korea Selatan. Setelah setahun lalu timnas U-23 di bawah asuhan Shin Tae-yong (STY) membuat kejutan dengan menyingkirkan Korea Selatan U-23 di babak perempat final Piala Asia U-23 2024 di Qatar melalui drama adu penalti, kini giliran timnas Indonesia U-17 yang mengukir sejarah serupa.
Dalam laga sengit yang baru saja usai di ajang Piala Asia U-17, Garuda Muda asuhan Nova Arianto berhasil menundukkan Korea Selatan U-17 dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dalam pertandingan dramatis ini dicetak oleh Evandra melalui titik putih di menit-menit akhir pertandingan (90+1′).
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Korea Selatan, yang dikenal dengan disiplin taktis dan serangan terorganisirnya, mendominasi jalannya pertandingan dan beberapa kali mengancam gawang Indonesia. Bahkan, beberapa peluang emas Korea Selatan membentur tiang gawang, membuat jantung para pendukung Indonesia berdebar kencang.
Namun, mental baja dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain muda Indonesia patut diacungi jempol. Di tengah gempuran serangan lawan, mereka mampu menjaga soliditas pertahanan dan sesekali melancarkan serangan balik yang berbahaya.
Puncak drama terjadi di penghujung laga. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Indonesia setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Evandra, yang maju sebagai algojo, sempat membuat publik terhenyak ketika tendangan pertamanya berhasil ditepis kiper Korea Selatan. Namun, dengan sigap, ia memanfaatkan bola rebound untuk menceploskannya ke gawang lawan, memastikan kemenangan dramatis bagi Indonesia.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi timnas Indonesia U-17 di turnamen Piala Asia U-17. Lebih dari itu, hasil ini semakin mengukuhkan bahwa pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia menunjukkan tren positif dan mampu bersaing dengan tim-tim kuat di level Asia.
Dua kemenangan beruntun atas Korea Selatan di kelompok usia yang berbeda dalam kurun waktu satu tahun menjadi catatan emas bagi sepak bola Indonesia.
Fenomena “April Kejutan” ini tentu akan semakin membakar semangat para pemain muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Publik sepak bola Indonesia kini menanti dengan antusias kiprah selanjutnya dari Garuda Muda di Piala Asia U-17, berharap mereka dapat terus melangkah jauh dan mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi. SK