Peristiwa

Urai Macet Mudik Lebaran 2025, Pemkab Muna Barat Buka Rute Feri Baru Tondasi-Torobulu

×

Urai Macet Mudik Lebaran 2025, Pemkab Muna Barat Buka Rute Feri Baru Tondasi-Torobulu

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1742364195959

MUNA BARAT, suarakendari.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengambil langkah strategis untuk mengurai kemacetan arus mudik Lebaran 2025. Rute penyeberangan feri baru Tondasi (Muna Barat) menuju Torobulu (Konawe Selatan) akan segera dibuka sebagai alternatif yang diharapkan dapat menjadi solusi efektif.

“Saat ini, feri penyeberangan Tondasi menuju Kasipute (Bombana) hanya beroperasi dua kali seminggu. Hal ini dikarenakan kapal feri milik PT ASDP juga melayani rute lain di wilayah Baubau, Pulau Kabaena, dan wilayah lainnya,” ungkap Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin, saat dihubungi di Kendari, Selasa (19/3/2025).

Program 100 Hari Kerja dan Peningkatan Konektivitas
La Ode Darwin menjelaskan bahwa pembukaan jalur penyeberangan feri Tondasi-Torobulu merupakan bagian dari program 100 hari kerja yang diusungnya bersama Wakil Bupati Ali Basa. Langkah ini juga selaras dengan program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka-Hugua, yang fokus pada peningkatan konektivitas antar wilayah di Sultra.

“Pembukaan lintasan baru Pelabuhan Tondasi-Torobulu telah kami serahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra untuk mendapatkan persetujuan dari Gubernur Andi Sumangerukka,” tambahnya.

Koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Feri

Untuk memastikan realisasi jalur kapal feri Tondasi-Torobulu, La Ode Darwin telah bertemu langsung dengan Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Feri (Persero), Heru Widodo, di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat proses pembukaan jalur tersebut.

Solusi bagi Ribuan Pemudik

Lebih lanjut, La Ode Darwin menekankan bahwa pembukaan rute ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi merupakan upaya untuk menyelamatkan nyawa dan waktu ribuan pemudik. Setiap tahun, para pemudik terpaksa menginap di Pelabuhan Torobulu Konawe Selatan karena padatnya antrean.

Pelabuhan Torobulu-Tampo yang selama ini menjadi jalur penyeberangan utama seringkali tidak mampu menampung lonjakan penumpang, terutama saat musim mudik Lebaran. Akibatnya, banyak masyarakat yang harus menginap selama dua hingga tiga hari hanya untuk mendapatkan giliran menyeberang ke Pulau Muna.

Kemudahan Akses bagi Warga Muna Barat

Dengan dibukanya jalur penyeberangan Tondasi-Torobulu, diharapkan warga Muna Barat tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang dan berdesakan di pelabuhan. Mereka juga tidak perlu lagi menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk pulang ke kampung halaman.

“Pulau Muna terdiri dari tiga kabupaten, yaitu Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah. Oleh karena itu, kepadatan penumpang saat mudik selalu tinggi di pelabuhan penyeberangan Torobulu,” jelasnya.

Pembukaan rute feri baru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sulawesi Tenggara. SK/An